SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dedie Tri Hariyadi Pimpin Kejari Batam

  • Reporter:
  • Rabu, 10 Oktober 2018 | 14:10
  • Dibaca : 116 kali
Dedie Tri Hariyadi Pimpin Kejari Batam
ilustrasi.

BATAM KOTA – Tampuk kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam berpindah tangan dari Roch Adi Wibowo kepada Dedie Tri Hariyadi. Dedie resmi menjabat sebagai Kepala Kejari Batam usai serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Selasa (9/10).

Roch Adi Wibowo mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Kepala Sub Direktorat Laporan dan Pengaduan Masyarakat Pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Sedangkan Dedie Tri Hariyadi sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi. “Setelah menjabat lebih kurang satu tahun tujuh bulan, Pak Bowo akhirnya dipromosikan pada jabatan yang baru dan digantikan dengan Pak Dedie,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Robi Hariyanto.

Ia menjelaskan, sertijab dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Kepri, Asri Agung Putra. “Acara akan diawali dengan sertijab dan kemudian dilanjutkan dengan acara lepas sambut,” ujarnya.

Bowo mengatakan, selama ia bertugas sebagai Kepala Kejari Batam, tidak ditemui permasalahan yang berarti. Menurut dia, Batam merupakan kota yang Indah dan kondusif. “Situasi politiknya kondusif, kinerja juga baik dan hubungan antara instansi penegak hukum dapat berjalan dengan baik dan saling bersinergi,” katanya.

Ia mengaku, banyak kesan positif yang dirasakannya selama menjabat sebagai Kepala Kejari Batam. “Moga-moga apa yang telah saya lakukan di Batam, dapat memberikan manfaat untuk kemajuan kota Batam,” ujarnya.

Terkait penanganan perkara atau permasalahan hukum, sambungnya, Batam memiliki permasalahan hukum yang cukup serius dalam penanganan kasus narkotika. Ia menilai, perkara narkotika yang ada di Batam berbeda dari daerah lain. “Batam ini merupakan kota transit, bukan kota tujuan. Selain itu, di Batam, kita menemukan banyak kasus narkotika dan dalam jumlah barang bukti yang sangat besar. Barang bukti dengan berat hitungan puluhan gram itu sudah merupakan suatu hal biasa. Bahkan, hampir sebagian besar kasus narkotika di Batam memiliki barang bukti berkilo-kilogram. Nah, ini yang menurut saya perlu mendapatkan perhatian khusus,” kata Bowo.

Bowo berpesan kepada pejabat baru yang akan menggantikan posisinya agar dapat menyelesaikan perkara narkotika lebih maksimal lagi. “Prioritas di Batam adalah penanganan perkara narkotika. Ini yang harus benar-benar diperhatikan. Sinergitas harus ditingkatkan lagi. Saya mohon kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam yang baru agar tidak main-main dengan perkara narkotika ini,” ujarnya. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com