SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Denda Parkir Sembarangan Capai Rp230 Juta

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Januari 2019 | 14:16
  • Dibaca : 219 kali
Denda Parkir Sembarangan Capai Rp230 Juta
Petugas Dishub Batam mengangkut sepeda motor yang parkir sembarangan di kawasan Batam Centre, beberapa waktu lalu. f teguh prihatna

BATAM KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan terus melakukan razia kendaraan yang parkir sembarangan, terutama kendaraan yang parkir di badan jalan. Sejak akhir tahun 2018 lalu, Pemko Batam telah menerapkan aturan derek bagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Efendi mengatakan, sejak aturan tersebut diberlakukan Dishub telah mengumpulkan Rp230 juta dari biaya pemindahan dan denda administrasi. Pemberlakukan denda diharapkan dapat memberikan efek jera kepada masyarakat yang parkir sembarangan. Sebab selain dapat membahayakan keselamatan, parkir di tepi jalan juga sering kali membuat kemacetan.

“Karena itu, kami berlakukan denda supaya masyarakat tidak lagi parkir sembarangan. Selama tiga bulan berjalan, sudah terkumpul Rp230 juta dari derek. Itu gabungan mobil dan motor,” kata Rustam di Kantor Wali Kota Batam, (22/1).

Program derek sejauh ini dinilai berhasil mengurangi kendaraan yang parkir di bukan pada tempatnya. Contoh seperti di depan Mega Mall Batam Centre dan kawasan pusat perbelanjaan Nagoya. Jika selama ini banyak kendaraan khusunya roda empat parkir di tepi jalan, saat ini sudah jauh berkurang. Walaupun diakuinya masih ada sebagian pengendara yang membandel.

Rustam menambahkan, pihaknya akan terus melakukan razia rutin setiap hari. Pelaksanaan derek ini diatur dalam Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir. Besar biaya pemindahan dan sanksi administrasi diatur dalam Pasal 59 ayat (4).

“Masih ada yang kucing-kucingan juga. Kami datang, mereka lari. Nanti muncul lagi. Tapi kami juga tidak boleh berhenti untuk melakukan penertiban,” katanya.

Adapun rinciannya biaya pemindahan dan denda administrasi untuk kendaraan roda empat atau lebih pada 1×24 jam pertama sebesar Rp500 ribu. Kemudian untuk 24 jam kedua dan berikutnya sebesar Rp200ribu/24 jam. Sementara untuk kendaraan roda dua dan roda tiga pada 1×24 jam pertama sebesar Rp175 ribu. Dan 24 jam kedua dan berikutnya sebesar Rp75ribu/24 jam.

“Tahun ini masih kami lanjutkan. Terus. Kami tak ada istirahat. Dari jam 8 pagi sampai jam 10 atau 11 malam kami patroli,” ujarnya.

Dishub Batam, kata Rustam, memiliki satu unit mobil derek dan tujuh mobil patroli. Tahun ini lokasi patroli kendaraan yang parkir sembarangan akan diperluas. Tak hanya Batam Centre dan Nagoya, tapi juga daerah lain di Kota Batam. Ia berharap dengan kebijakan yang dilakukan Dishub Kota Batam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami lakukan ini supaya kita semua tertib. Sehingga Batam benar-benar menjadi kota tujuan pariwisata,” kata Rustam. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com