SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Depat Pilwako, Pembangunan Ekonomi dan Pariwisata Jadi Prioritas

Depat Pilwako, Pembangunan Ekonomi dan Pariwisata Jadi Prioritas
Infografis KORAN SINDO BATAM.

PINANG – Pasangan calon (paslon) nomor 1 Syahrul-Rahma (Sabar) dan Lis Darmansyah-Maya Suryanti (Lis-Maya) memiliki pandangan berbeda dalam memajukan Kota Tanjungpinang. Pasangan Sabar akan membenahi pariwisata Tanjungpinang, sedangkan Lis-Maya akan membangun tiga zona wilayah pembangunan di Tanjungpinang.

Syahrul mengatakan, visi misinya mengutamakan bidang sosial dalam kesehatan dengan pelayanan berbasis informasi teknologi (IT) dan pembinaan keagamaan. Bidang ekonomi akan melaksanakan pembangunan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif, sektor lingkungan dengan melaksanakan penataan daya pesisir dan lingkungan masyarakat, bidang parawisata mensinergikan pengolaan pariwisata dan melaksanakan event-event budaya suku-suku yang ada di Tanjungpinang agar tercipta suasana harmonisasi.

“Untuk bidang pariwisata kami akan tata semua tempat wisata di Tanjungpinang, begitu juga dengan Pulau Penyengat. Ke depan destinasi Penyengat kami akan benahi transportasi yang lebih aman dan modern,” ujarnya dalam debat publik putaran dua Pilwako Tanjungpinang di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (15/5) malam.

Menurut dia, Tanjungpinang dikenal sangat kental dengan budaya Melayu. Syahrul akan mengerahkan generasi muda Tanjungpinang untuk mencintai budaya Melayu, memberikan pengetahuan dan kebijakan yang menumbuhkan kecintaan budaya Melayu. Pasangan ini nantinya akan menjadikan kurikulum Gurindam 12 di sekolah-sekolah.

Terkait isu lingkungan, Sabar berencana akam menjadikan lahan pascatambang sebagai tempat bercocok tanam yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kemudian untuk masalah penanganan sampah, pasangan ini akan bekerja keras untuk pengolahan sampah menjadi pupuk dan bernilai jual bagi masyarakat. “Kita akan jadikan lingkungan bersih dari sampah, sampahnnya nanti akan dijadikan sebai pupuk pertanaian. Yang jelas akan memperhatikan masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik,” katanya.

Sementara pasangan Lis-Maya akan membagi tiga zona untuk pembangunan ekonomi Tanjungpinang. Tiga zona yang dimaksud adalah zona kota lama, kota baru dan kota masa depan. Untuk kota lama mulai dari pasar sampai Batu 5 (Km 5), kota baru mulai dari Batu 5 sampai Bintan Centre, dan dari Bintan Centre, Senggarang dan Kampung Bugis sebagai kota masa depan.

“Pembagian zona ini untuk mempermudah dan mengklasifikasikan pembangunan sektor-sektor sosial, ekonomi, dan pariwisata,” kata Lis.

Mereka juga akan memberdayakan generasi muda untuk mengetahui nilai-nilai budaya dengan mengukiti kemajuan teknologi saat ini. Maya menambahkan, sektor pariwisata bisa dijadikan tulang punggung perekonomian di Tanjungpinang. “Potensi pariwisata Tanjungpinang masih banyak untuk mendorong pertumbuham ekonomi, meningkatkan pariwisata menjadikan ekonomi dapat lebih baik,” katanya.

Terkait lingkungan, sambung Lis, pihaknya akan menjadikan lahan pascatambang sebagai tempat detinasi wisata baru. Lahan pascatambang berpotensi tinggi untuk memajukan wisata Tanjungpinang. Kemudian, untuk masalah pengelolaan sampah, pihaknya akan menjalankan pengelolaan sampah terpadu dan tepat guna. “Sampah bisa menghasilkan profit bagi masyarakat dan pemerintah, kalau pengelolaan lebih modern. Sekaligus bisa mengembangkan wilayah pesisir laut,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com