SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Desember, Waduk Seigong Diresmikan Presiden Jokowi

  • Reporter:
  • Kamis, 20 September 2018 | 15:42
  • Dibaca : 186 kali
Desember, Waduk Seigong Diresmikan Presiden Jokowi
Dam Seigong. DOK SINDO BATAM

GALANG – Peresmian Waduk Seigong yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat ini batal dilaksanakan. Hingga kemarin, Badan Pengusahaan (BP) Batam masih menunggu informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR). Sementara itu, progres pembangunan fisik Waduk Seigong sudah sekitar 92 persen.

“Rencana awalnya memang akhir Agustus lalu. Tapi karena ada beberapa hal, direncanakan kembali akhir tahun ini dan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi,” kata Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, Rabu (19/9/2018).

Binsar menambahkan, meski belum mencapai 100 persen rencananya proses penggenanangan air akan segera dilakukan. Kementerian PUPR terus mengebut pengerjaan Waduk Seigong. Pasalnya proyek ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dari program pembangunan 49 bendungan baru yang tengah dibangun oleh pemerintah.

Bendungan dengan kapasitas 11,8 juta m3 tersebut direncanakan untuk mensuplai air baku sebesar 400 liter per detik yang akan diolah di instalasi pengolahan air di Kota Batam. Menuru dia, ketersediaan air baku vital bagi perkembangan Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri. Sehingga memang perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga ketersediaan air di Batam.

“Sebenarnya tidak ada kendala yang berarti, karena memang sesuai target pembangunananya kan selesai akhir tahun 2018,” kata Binsar.

Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan mengatakan, peresmian Waduk Seigong rencananya diresmikan akhir Agustus lalu. Hanya saja sampai saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari Kementerian PUPR.

“Rencana awal memang Agustus, karena pembangunananya saat ini belum selesai 100 persen,” katanya.

Sedangkan terkait dengan uang kerohiman yang diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan tersebut, saat ini masih ada sekitar 25 persil yang masih belum mau menerima. Hanya saja BP Batam sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, sehingga urusannya tersebut tidak lagi di BP Batam.

Ia menambahkan, perkembangan Batam yang begitu pesat, air menjadi kebutuhan yang sangat penting. Bendungan menjadi salah satu solusi, mengingat Batam tidak memiliki sumber mata air. Sebagai daerah kepulauan sangat sulit menemukan waduk yang bisa dimanfaatkan untuk menampung air. Salah satunya jalan kaluarnya adalah mencari tempat pinggiran laut yang bisa dimanfaatkan dengan Estuari Dam yakni pembendungan air hujan sebelum mengalir ke laut.

“BP Batam tentu juga akan berupaya mencari titik yang bisa dilakukan bendungan untuk menangkap air bersih,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com