SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dewan Pendidikan Batam Bentuk Tim Awasi PPDB

Dewan Pendidikan Batam Bentuk Tim Awasi PPDB
Para orangtua siswa murid kelas satu mengantar dan melihat anak-anaknya belajar di SD 002 Seipanas. Foto Teguh Prihatna

LUBUKBAJA – Sengkarut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terjadi setiap tahun mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya Dewan Pendidikan Kota Batam, yang akan membentuk tim khusus mengawasi PPDB tahun ini.

Ketua Dewan pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto mengatakan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengawasi pelaksanaan PPDB dan nantinya akan bergerak bersama Tim Dinas Pendidikan (Disdik) Batam guna memantau pelaksanaan PPDB di masing-masing sekolah.

Adapun yang menjadi konsentrasi khusus Dewan Pendidikan adalah mengeni pemenuhan rasio ruang kelas dengan peserta didik. Dewan Pendidikan Batam akan memastikan bahwa seluruh sekolah yang melaksanakan PPDB tak menerima siswa lebih banyak dari Rencana Daya Tampung (RDT) yang telah disusun.

“Misalnya daya tampungnya hanya 200, jangan dipaksakan menerima sampai 300,” ujarnya usai Pelantikan Dewan Pendidikan Kota Batam periode 2016-2021 di Hotel Vista, Selasa (23/5).

Sudirman menambahkan, pihaknya akan melakukan pendekatan untuk meminimalisir praktik tersebut. Menurut dia, tak sedikit kepala sekolah yang terdesak karena paksaan banyak orang tua murid, sehingga terpaksa menerima siswa di atas kuota yang ditentukan. “Peristiwa seperti ini bukan karena keinginan tunggal dari sekolah. Biasanya ada desakan dari arus bawah yang setengah memaksa, sehingga kepala sekolah mau tak mau mengambil keputusan lain,” katanya.

Sudirman juga menegaskan, agar orangtua siswa tak menggunakan jasa calo untuk meloloskan anaknya masuk ke sekolah negeri. Jika usia anak sudah mencukupi, dan persyaratan nilainya telah mencukupi, lebih baik menjalin komunikasi dengan pihak sekolah untuk memastikan peserta didik bisa diterima. “Kita harus turut mengawas semua proses tersebut, sehingga praktik-praktik calo bisa diminimalisir. Kalaupun ada terjadi, ada sanksi yang diterima,” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta Dewan Pendidikan Kota Batam aktif mengawasi pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2017-2018 ini. Dia mengingatkan, PPDB tahun ini tak boleh menuai masalah seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saya titip ke Dewan Pendidikan. Tak boleh ada kesalahan PPDB tahun ini. Tolong bantu Disdik dalam PPDB,” kata Rudi.

Wali Kota menambahkan, Pengawaasn PPDB merupakan tugas berat pertama yang harus dilaksanakan Dewan pendidikan Kota Batam setelah resmi dilantik, sebab dirinya tak ingin mendengar ada lagi keluhan masyarakat terkait pelaksnaan PPDB. “Tugas anda berat. Pertanggungjawabkan jabatan anda,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin mengimbau kepada orangtua yang memiliki anak yang belum genap berusia 7 tahun untuk mengurungkan niatnya masuk sekolah guna menghindari membeludaknya peserta PPDB.

Imbauan ini disampaikan untuk mengurangi dampak kekurangan ruang kelas saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang. “Kalau dipaksakan, daya tampung akan bermasalah lagi,” ujarnya, Selasa (23/5).

Menurut data Disdik Bata,, saat ini ada 15 ribu anak usia sekolah antara 6,5 tahun hingga 7 tahun di Batam. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding Rencana Daya Tampung (RDT) SD negeri yang hanya 10.944.

Jika dibagi per kecamatan, daya tampung SDN di Kecamatan Bengkong mampu menampung 1.512 siswa, Nongsa 972 siswa, Sagulung 2.736 siswa, Seibeduk 972 siswa, Batuaji 1.008 siswa, Lubukbaja 864 siswa, Sekupang 1.512 siswa, Batam Kota 1.332 siswa dan Batuampar 504 siswa.

Jumlah RDT itu didapat setelah masing-masing sekolah menambah rasio per kelas dari 28 siswa menjadi 30 siswa. Sejumlah sekolah juga menerapkan sistem double shift, agar mampu menerima siswa lebih banyak. “Kalau tidak dilakukan double shift, maka lebih parah lagi,” kata Muslim.

Namun jika anak belum berusia 7 tahun tak mendaftar, dia optimistis daya tampung sekolah negeri di Batam masih mencukupi. “Saya yakin kalau yang masuk sekolah itu umur 7 tahun semua, akan tertampung semua,” jelasnya.

sarma haratua siregar/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com