SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dharmasanti Waisak 2563 BE/2019, Menjaga Kebersamaan Umat untuk Pembangunan Kota Batam

  • Reporter:
  • Minggu, 26 Mei 2019 | 10:49
  • Dibaca : 131 kali
Dharmasanti Waisak 2563 BE/2019, Menjaga Kebersamaan Umat untuk Pembangunan Kota Batam

BATAMKOTA– Perayaan Dharmasanti Waisak se-Kota Batam 2563 BE/2019 bakal berlangsung meriah di Pacific Palace Hotel Batam,  hari ini (26/5) mendatang. Acara akan diisi dengan berbagai pentas seni kreasi Buddhis. Perayaan ini bertujuan memperingati momen Tiga Peristiwa Suci di Bulan Waisak yang terjadi pada kehidupan Guru Agung Buddha Gotama.  Dalam memaknai Tiga Peristiwa tersebut,  umat Buddha Batam diharapkan dapat mengerti betapa pentingnya menjaga kebersamaan umat untuk pembangunan Kota Batam.

Perayaan Dharmasanti Waisak diselenggarakan oleh Panitia Bersama dari majelis-majelis agama Buddha, pengurus vihara se-Kota Batam, pelajar dan mahasiswa Buddhis, serta sejumlah organisasi Buddhis di kota Batam, yang diprakarsai oleh Kementerian  Agama Kota Batam dan Lembaga Pembinaan Keagamaan Buddha (LPKB) Kota Batam. Kegiatan ini akan diramaikan oleh banyak penampilan seni di antaranya drama Waisak, nyanyian dan tarian kesenian nasional, penampilan artis Buddhis ibukota, Deasy Juwita, final lomba Batam Buddhis Idol, dan lucky draw. 

“Peserta yang lolos Batam Buddhis Idol finalnya tampil di acara Dharmasanti Waisak se-Kota Batam 2563 BE/2019,” kata Ketua Koordinator Acara Dharmasanti Waisak se-Kota Batam 2563 BE/2019, Hartono Ang.

Peserta dinilai langsung oleh Ricky Tan, Artis Buddhis Ibu Kota, Deasy Juwita dan Produser dan Pencipta Lagu, Joky. Penonton juga akan ikut menilai dari penampilan peserta. Nantinya pemenang akan rekaman nyanyian lagu Buddhis baru yang diciptakan oleh Joky.

“Menyebarkan pesan dan nilai luhur Buddha Dhamma melalui lagu,” ujarnya. 

Untuk drama Waisak menceritakan tentang kehidupan Siddhartha Gautama seorang Guru Agung dan Pendiri Agama Buddha. Dalam drama juga menceritakan kisah 

Yasodhara yakni istri dari Siddhartha Gautama. karena dulunya Siddhartha Gautama adalah seorang pangeran sebelum Siddhartha Gautama melepaskan keduniawian menjadi Buddha. 

Yasodhara merupakan seorang istri yang sempurna dan sebagai seorang ibu yang kuat. Semua sifat agung seorang wanita dapat ditemukan di dalam diri Putri Yasodharā. 

Drama ini diperankan oleh pemuda Buddhis dari Universitas Internatiional Batam (UIB), Universitas Putra Batam (UPB), dan Patria (Pemuda Theravada Indonesia) kota Batam. 

“Dharmasanti Waisak Se-Kota Batam 2563 BE/ 2019 wujud persatuan umat Buddha Kota Batam, ikut terlibat bukan satu vihara saja, namun pantianya berasal dari vihara-vihara di Kota Batam, serta majelis agama Buddha, organisasi Buddhis di Kota Batam,” terangnya. 

Lucky draw dimeriahkan dengan banyak hadiah mulai dari televisi 40 inc, kulkas, mesin cuci, dan handphone. Acara diisi dengan prosesi pelita dan doa bersama dipimpin oleh Bhikkhu Sangha. Ia menargetkan 2.500 sampai 3.000 penonton. 

“Tiket gratis, bisa didapatkan di Vihara dan sekolah Buddhis,”ucapnya. 

Ketua Panitia Acara Dharmasanti Waisak Se-Kota Batam 2563 BE/ 2019, Agus Lim mengatakan acara yang digelar setiap tahun, di 2019 ini sudah kelima kalinya acara digelar. Acara didukung oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Rencananya Wali Kota Batam, Muhamad Rudi akan menghadiri acara Dharmasanti Waisak Se-Kota Batam 2563 BE/ 2019 ini. 

“Kegiatan ini salah satu ajakan kita untuk menjaga kebersamaan di Kota Batam,” ujarnya. 

Penyelenggara Bimas Buddha, Kodho Eko Prayogo mengapresiasi acara Dharmasanti Waisak Se-Kota Batam 2563 BE/2019 yang diselenggarakan atas kerjasama antara majelis, organisasi Buddha di Kota Batam. Ia berharap kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahunnya. 

“Saya berharap umat Buddha dapat menjaga kerukunan intern umat budha, umat budha dengan agama lain, dan dengan pemerintahan,” pintanya. 

reni hikmalia

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com