SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dilan Tembus 5,4 Juta Penonton, Publik Makin Baper

  • Reporter:
  • Kamis, 15 Februari 2018 | 17:38
  • Dibaca : 1235 kali
Dilan Tembus 5,4 Juta Penonton, Publik Makin Baper

JAKARTA – Dalam tiga pekan terakhir, virus Dilan menyebar luas menjangkiti negeri ini. Kata-kata gombal Dilan dalam film Dilan 1990 membuat penontonnya, terutama remaja putri, baper.

Jumlah penonton pun terus meroket menyentuh angka 5,4 juta.Berbagai gimik dan ucapan Dilan membuat film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq tersebut amat digandrungi. Bukan hanya kalangan remaja, penonton dewasa serta se le britas pun berbondong-bondong ke bios kop demi menonton film dengan latar belakang anak-anak SMA itu.

Kalimat Dilan seperti, “Sekarang kamu tidur. Jangan begadang dan jangan rindu. Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja,” men jadi gombalan baru ABG di Ja karta serta kotakota lain. Fenomenalnya kalimat-kalimat menghanyutkan Di lan untuk Milea membuat media sosial juga terjangkit demam film ini.

Selain kutipan asli dari dialog Dilan, ada juga yang diplesetkan dalam bentuk meme sehingga menjadi hiburan bagi penikmat media sosial seperti Instagram atau Facebook. Misalnya, “Andai Dilan jadi dosen, dia bakal bilang: Jangan nger – jain skripsi, skripsi itu berat, biar aku saja.” Tak mengherankan bila penonton Dilan 1990 melonjak setiap harinya.

Alhasil film yang diproduseri Ody Mulya ini sudah mengantongi ke un – tungan Rp60 miliar. “Terima kasih untuk seluruh penonton Indonesia yang sudah antusias membanjiri bioskop untuk menonton Dilan,” kata Ody. Dia menjelaskan, pihaknya merogoh kocek sebesar Rp15 miliar untuk memproduksi Dilan 1990 dengan porsi promosi lebih banyak daripada bia ya produksi.

Apabila produsen men da – pat jatah Rp15.000 per pe non – ton, dengan jumlah penonton yang mencapai 5,4 juta, berarti Max Picture sudah meraup pen dapatan lebih dari Rp75 miliar. Artinya Max Pictures sudah un tung Rp60 miliar.

“Dari se mua film Max Pictures, (Dilan) ini film paling laris, (paling laris) sebelumnya cuma 1 juta pe non ton, yaitu film Bulan Terbelah di Langit Amerika,” imbuhnya. Seolah tak ingin kehilangan momen, sang produser lang – sung bergerak cepat untuk menggarap lanjutan film ini ber judul Dilan 1991.

“Film (Dilan 1991) berikutnya akan (tayang) tahun depan, estimasi di Februari,” papar Ody. Proses peng garapan Dilan 1991 dijadwalkan ketika sang pemeran utama yang didapuk sebagi Dilan, Iqbaal Ramadhan, pulang ke Indonesia. Saat ini Iqbaal tengah me nem – puh studi (kuliah) di Amerika Serikat.

Film ini juga menjadi karya istimewa bagi sang sutradara Fajar Bustomi. “Lima juta pe – nonton yang pasti senenglah. Seneng banget dikasih ke mu – dahan seperti ini. Terima kasih buat yang sudah nonton,” kata Fajar Bustomi.

Kisah Dilan 1990 berawal dari blog karya Pidi Baiq yang dilanjutkan menjadi novel pada 2014 bertajuk Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990. Sosok Dilan menarik hati ma – syarakat Indonesia dengan gom balan dan cerita cinta remajanya dengan Milea se hing – ga benar-benar bikin heboh kaum muda.

Terlebih ketika diangkat menjadi film. Selain terpesona dengan kegantengan pemerannya, yang paling menjadi sorotan adalah rayuan maut dari si tokoh, Dilan. Dilan yang merupakan panglima geng motor ini kerap menyajikan kalimat-kalimat romantis yang diucapkannya untuk Milea sang kekasih.

Bagi yang belum pernah membaca novel Dilan, tentunya akan dikejutkan dengan beberapa kata dari tokoh utama yang menyentuh hati penonton, ter utama remaja putri. Dilan me miliki cara tersendiri dalam mengungkapkan isi hatinya dan sering kali mener jemahkan rindu nya melalui kata-kata.

Alhasil, bukan cuma Milea yang jatuh cinta pada Dilan, melainkan para pembaca dan penonton pun ikut jadi baper. Raynaldi Wahyu, penonton film Dilan 1990 , menceritakan kisahnya menyaksikan film ini. “Filmnya itu buat baper, bikin senyum-senyum sendiri, dan buat nangis juga,” katanya.

Menurutnya, suasana roman tislah yang membuat penonton terhanyut. Cara Dilan menyatakan isi hatinya kepada Milea memang begitu puitis. “Gadis mana yang tidak luluh hatinya saat diberi kata-kata romantis oleh pujaan hatinya,“ ungkapnya. Selain kisah Dilan dan Milea, latar film dengan panorama Bandung tempo dulu ini membuat suasana terasa ma kin syahdu.

“Dilan itu romantis ke Milea karena dia enggak rela jika Milea dibuat menangis sama cowok lain. Dilan pernah bilang sama Milea: ‘Jangan per nah bilang ada yang menya kitimu atau orang itu akan hi lang.’ Itulah yang makin bikin ba per,” katanya sambil tersenyum. Demam Dilan 1990 juga dirasakan kalangan selebritas Tanah Air. Salah satunya diva musik tanah air Rossa.

Pelantun Ayat-Ayat Cinta ini mengaku sudah menjadi korban Dilan. Bahkan dia mengatakan sudah tiga kali menonton film tersebut. Dia juga tak lupa mengapresiasi sang penulis novel Pidi Baiq karena sudah mencipatakan karya sehingga ia bisa bernostalgia ke era 1990.

“Kenangan 1990-an aku me nyeruak dalam benak dan mem buat aku mencari kembali teman-teman di masa 1990-an yang sekarang sudah memiliki kehidupan masing-masing,” ujar Rossa. Ya, karena film ini pada akhirnya Rossa mencari teman-temannya dan berencana untuk bersilaturahmi kembali.

“Nonton Dilan 1990 gak cukup 3 kali, gak keberatan untuk mengulang lagi dan membuat aku merasa beruntung pernah mengalami keindahan masa 1990-an,” ungkapnya di akun media sosial dengan tidak lupa menambahkan hastag #korban Dilan.

Awalnya Gugup

Pemeran uta ma film ini Vanesha Pres cilla (Milea) dan Iqbaal Ramadhan (Dilan) berbagi cerita ba gai ma na perjuangan mereka untuk menghayati peran. Dua pemeran ini merupakan bin tang film baru, apa lagi Iqbaal yang kita ketahui merupakan salah satu personel grup CJR.

Namun totalitas dan kerja keras dalam memerankan ka rakter masing-masing mem buahk an hasil yang memuaskan. “Saya awal syuting gugup setengah mati. Syuting hari pertama langsung mengendarai sepeda motor. Gugup karena sepeda motor di lokasi syuting berbeda dengan yang selama ini saya gunakan untuk latihan. Saya butuh adaptasi, apalagi langsung memboncengkan Milea,” kata Iqbaal.

Hal serupa juga dirasakan Vanesha, “Ini kali pertama saya syuting. Sepanjang hari itu saya bertanya kepada diri sendiri, ‘Gue bisa enggak, nih syuting film? Gue bisa enggak me nyelesaikan proyek ini?’ Ber syukur sekali saya bisa melakukannya.” Gugup dan ragu bagi pasangan ini hanyalah satu dari sekian banyak masalah yang muncul di awal syuting.

Keduanya teringat, sejak proyek Dilan 1990 diumumkan, banyak yang mencibir, apalagi saat pemeran Dilan-Milea dibocorkan. Awalnya warganet menyebut Iqbaal tidak pantas menjadi anggota geng motor. Sementara Vanesha yang tidak di ketah ui rekam jejaknya diin dustri film dinilai terlalu can tik. Hu jan cibiran membuat mereka berupaya keras menjadi pasangan yang klop.

“Mau makan, mandi, atau membaca pun saya melakukannya selayaknya Dilan. Di mana pun, kapan pun, saya merasakan diri saya adalah Dilan,” Iqbaal bercerita. Vanesha menambahkan, “Saya juga seperti Iqbaal, khususnya ketika reading. Ayah Pidi Baiq mengingatkan saya, ‘Kalau kamu menjadi Milea, berusahalah menjadi apa ada nya karena kamu sendiri sudah sangat Milea.’

Saya mem baca novel dan naskah nya ber ulangulang sampai saya me rasa 50% diri saya adalah Milea.” Dia mengakui, proses syuting tidak berjalan mulus. Bagian tersulit adalah adegan Milea mendatangi kantin sekolah lalu terlibat cekcok dengan Anhar (Giulio Parengkuan). Puncaknya Anhar menampar Milea. Saat itu emosi Milea terkuras.

“Saya ditampar Anhar dan tamparannya betulan. Saya ditampar 15 kali. Pipi rasanya panas sekali. Tapi seru, saya pikir memang harus begitu untuk mendapatkan rasa sakit dan kecewa yang sebenarnya di depan kamera. Saya bersyukur bisa memperlihatkannya kepada penonton,” kenang adik Sissy Prescillia itu dengan mata berbinar.

thomasmanggalla

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com