SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dinkes Gandeng MUI Sosialisasikan Vaksin MR

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Agustus 2018 | 11:14
  • Dibaca : 310 kali
Dinkes Gandeng MUI Sosialisasikan Vaksin MR
Ilustrasi Foto DOK SINDO BATAM

PINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri memggandeng MUI Kepri untuk menyosialisasikan pemberian vaksi measles dan rubella (MR) kepada masyarakat Kepri. Hal itu upaya menyakinkan masyarakat bahwa vaksin MR ini sangat dibutuhkan bagi anak-anak.

“Virus campak dan rubella, sampai saat ini belum ada obatnya. Dan salah satu yang efektif dalam pencegahannya hanya dengan vaksinasi ini,” kata Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana di Kantor Gubernur Kepri di Dompak Tanjungpinang, belum lama ini.

Ditegaskannya, virus campak dan rubella kondisinya sudah sangat darurat. Sebab, kondisi darurat ini melihat kasus di Eropa ada sebanyak 41.000 kasus campak. Perlu diketahui Kepri adalah provinsi ke tiga yang menjadi tempat persinggahan wisatawan mancanegara dari berbagai negara, termasuk dari Eropa. Sehingga, potensi warga Kepri terkena virus ini sangat besar.

“Sesuai yang telah kami data, sejak 2016 hingga 2018 ada sebanyak 170 kasus campak dan rubella. Dan sebanyak 114 kasus adalah positif rubella,” ungkapnya.

Dampak yakni yang ditimbulkan oleh kedua virus ini yakni bila dari campak, anak-anak bisa mengalami demam tinggi dan steps. Ciri-cirinya bisa terlihat dari bintik-bintik merah pada bagian tubuh yang terbuka.

Sedangkan akibat virus rubella antara lain dapat mengakibatkan anak-anak menderita tuli, mata tidak bisa melihat, otak mengecil dan jantung bocor dengan ciri-ciri anak demam, ruam, radang paru-paru mata merah.

“Itulah kenapa vaksin campak dan rubella ini diberikan kepada anak-anak berusia dari 9 bulan sampai 15 tahun. karena yang diserang memang anak-anak,” jelasnya.

Dinkes Kepri menargetkan sekitar 95 persen warga Kepri menerima vaksin campak dan rubella. Kondisi yang mana target itu bisa tercapai, maka dipastikan akan bisa melindungi masyarakat dari penyebaran virus tersebut.

Apabila masih dibawah 70 persen masyarakat yang divaksin, maka kondisi itu belum cukup melindungi masyarakat Kepri secara keseluruhan.

“Virus ini akan menyerang ibu hamil pada trimester pertama. Sebab, masih banyak orang yang mengidap virus itu. Proses penularan virus ini menyebar melalui pernapasan,” terang Tjetjep.

Semua dampak yang ditimbulkan oleh kedua virus itu sudah bisa terlihat saat bayi baru berusia 15 hari. Dampak tersebut sangat sulit diobati lagi. Kalau bisa diobati, itu membutuhkan anggaran yang begitu mahal.

“Bila anak yang sudah terkena virus ini, untuk obati mata saja, kita harus merogoh kocek yang sangat besar, karena biaya bisa mencapai Rp400 juta,” ujarnya lagi.

Diakuinnya, pemberian vaksin MR ini terjadi pro dan kontra dikarenakan kandungan dalam vaksin itu ada zat yang tidak halal. Namun, polemik itu sudah diklarifikasi oleh MUI pada 20 Agustus lalu dengan memperbolehkan masyarakat menerima vaksin ini karena ada keadaan darurat.

“Bukan itu saja, sebab, untuk mendapatkan vaksin yang betul halal dibutuhkan waktu hingga 15-20 tahun,” ungkap Tjetjep.

Sebelumnya ada tiga kabupaten yang menolak pemberian vaksin ini yakni Karimun, Bintan, dan Natuna. Tiga daerah ini tidak mengizinkan warganya menerima vaksin.

“Dengan klarifikasi MUI ini dan sosialisasi ke daerah-daerah nantinya, vaksin tersebut bisa diterima oleh masyarakat Kepri. Dan kita berharap anak cucu kita akan terhindar dari virus ini,” harapnya.

Sementara itu Sekretaris MUI Kepri Edi Syafrani mengatakan, dengan adanya fatwa MUI pusat ini, maka sudah jelas bahwa penerapan vaksin RM ini bisa dilakukan atau diterapkan kepada anak-anak tanpa ada keraguan lagi.

“Karena ini kondisinya darurat dan juga belum ada pengganti vaksin yang halal, maka vaksin ini bisa digunakan dan masyarakat tidak perlu lagi ragu sebab ini kondisinya darurat,” katanya.

MUI Kepri jelasnya, siap mendukung langkah yang diambil pemerintah dalam hal ini Dinkes Kepri dalam upaya menyosialisasikan vaksinasi MR kepada anak-anak. “Kita mendukung langkah pemerintah ini. Sebab, kebijakan ini akan menyelamatkan anak-anak dari bahaya virus yang mematikan,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com