SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dirreskrimum Polda Kepri Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Investasi Bodong

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Juli 2020 | 10:36
  • Dibaca : 250 kali
Dirreskrimum Polda Kepri Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Investasi Bodong
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto./dicky sigit rakasiwi

BATAM – Terkait maraknya investasi bodong yang menimbulkan kerugian yang cukup banyak, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji – janji yang mungkin tidak masuk akal dalam penanaman investasi. Ada beberapa point yang dikatakan Arie untuk mengantisipasi agar masyarakat tak mudah terperdaya janji manis ini.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jeli dan paham betul tentang cara dan metode investasi yang aman dan bisa menghasilkan keuntungan sesuai dengan nilai investasi,” ujarnya Kamis (23/7/20).

Ada 6 point yang disebutkan Arie yakni yang pertama jangan cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar. Contohnya tingkat keuntungan besar dan pasti tidak akan merugi misal ya 5% keuntungan dari nilai investasi perbulan. Yang kedua yakni pastikan orang/perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin salah satu lembaga yang berwenang seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Contohnya pada penawaran produk Pasar Modal (efek/surat berharga) atau produk Perbankan, perusahaan atau bank yang menawarkan harus memiliki izin usaha dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.

Kemudian yang ketiga yakni pada penawaran produk komoditi berjangka, perusahaan tersebut harus memiliki izin usaha dan tercatat di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Kementerian Perdagangan RI.

“Apabila koperasi menawarkan investasi, koperasi tersebut harus memiliki izin usaha dan tercatat di Kementerian Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Yang keempat juga perlu diketahui bahwa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bukanlah izin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Yang kelima tidak cepat tergiur dengan iming – iming dan janji seseorang untuk segera bisa menyerahkan kepercayaan penuh terhadap seseorang tanpa harus mengecek dan mengkonfirmasi kembali terhadap pihak – pihak yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Dan yang terakhir atau keenam apabila sudah terjadi atau menjadi korban, segera melaporkan kepada pihak Kepolisian bilamana ada kejanggalan dan kecurigaan terhadap penawaran investasi tersebut,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com