SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Diskusi Tiga Jam, Istono Dapat Dukungan NU

  • Reporter:
  • Senin, 9 Juli 2018 | 19:58
  • Dibaca : 162 kali
Diskusi Tiga Jam, Istono Dapat Dukungan NU
Ketua PC NU Batam Khairul Saleh berbincang dengan Istono di kediaman Khairul di kawasan Bengkong Laut, belum lama ini. NU siap memberi dukungan untuk Istono yang akan maju dalam Pileg 2019. /ist

Tak lagi bekerja di Badan Pengusahaan (BP) Batam, Istono berancang-ancang maju ke Senayan. Mantan Deputi lembaga pengelola FTZ itu siap menjadi penantang bakal calon anggota DPR RI lain dari Kepri dengan bendera PDI-Perjuangan. Dukungan datang dari Nahdatul Ulama (NU) Kota Batam setelah diskusi panjang lebar dengan Istono.

Chandra Gunawan, Batam

“Setelah diskusi lebih kurang 3 jam, saya optimis Istono layak untuk didukung,” kata Ketua PC NU Batam Khairul Saleh, beberapa waktu lalu.

Mantan Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam Istono hampir dipastikan maju dalam Pemilihan Legislatif 2019 dengan bendera PDI-Perjuangan. Puluhan tahun di lembaga pengelola FTZ, Istono diyakini layak mendapat dukungan.

Istono sowan ke petinggi NU tersebut di kediaman Khairul di kawasan Bengkong Laut beberapa waktu lalu. Menurut Khairul, Istono layak menjadi salah satu wakil rakyat Kepri di Senayan atau DPR RI. Pengalaman puluhan tahun di BP Batam menjadikan Istono dengan mudah mengejewantahkan kemauan pemerintah dan masyarakat Kepri, khususnya Kota Batam.

“Sebelum saya dukung, beliau (Istono) saya tanya alasan maju dalam Pileg 2019,” sambung Khairul.

Khairul akan meminta jajaran pengurus NU Batam beserta Banser dan Ansor untuk mendukung Istono dalam Pileg 2019 nanti. “Majunya Pak Istono harusnya menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Kepri untuk menampilkan wakil terbaiknya,” kata dia.

Khairul mengatakan Istono merupakan orang pertama yang bersilahturahmi dan meminta dukungan NU untuk kepentingan Pileg 2019. Dalam kesempatan itu, Khairul juga menanyakan perdebatan terkait fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menurut Istono, fasilitas FTZ lebih cocok untuk diterapkan di Batam. Kalau diubah ke sistem KEK, kata dia, berarti kemunduran bagi Batam.

Namun demikian fasilitas FTZ yang sekarang perlu adanya perubahan tapi tidak melalui proses Undang-Undang. Karena jika melalui UU diyakini memakan waktu yang lama. Perubahan FTZ itu hanya perlu ditambahkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sehingga tidak perlu membuat UU baru. Fasilitas FTZ yang ada saat ini dinilai kurang optimal.
PMK tersebut nanti akan mengatur tentang revitalisasi dan optimalisasi FTZ.

“Karena FTZ yang kita miliki sudah ketinggalan dari negara lain, cara yang paling memungkinkan adalah mengeluarkan PMK, tak perlu UU, kalau pakai UU nanti harus mengubah secara total, perlu waktu,” kata Istono.

Menurutnya, jika insentif yang disebutkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian dapat ditambahkan pada KEK, lebih baik insentif itu tetap ditembahkan tanpa mengeluarkan UU baru.

“Tidak perlu aturan baru. Kalau insentif FTZ saat ini hanya 5 sedangkan KEK ada 12 insentif, insentif saja yang ditambahkan, gak usah ribet,” terangnya. Mendengar jawaban tersebut, Khairul Saleh makin yakin dengan sosok Istono untuk mewakili Kepri di Senayan. “Saya tidak ragu lagi dengan Pak Istono. Semoga dalam penetapan calon legislatif (caleg), Pak lstono lolos dan kami (NU) akan memperjuangkan agar menang dalam pileg 2019,” kata Khairul.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com