SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dispar Bidik Wisman India dan China

  • Reporter:
  • Minggu, 18 November 2018 | 21:19
  • Dibaca : 168 kali
Dispar Bidik Wisman India dan China
Kadispar Kepri Buralimar dan Kadisbudpar Batam Ardiwinata bersama asosiasi dan pelaku pariwisata Kepri coffee morning di kawasan Sekupang, Batam, Minggu (18/11). /DIDIK YULIANTO

BATAM– Dinas Provinsi Kepri menargetkan kunjungan wisata mancanegara (wisman) sebanyak 4 juta orang pada 2019 atau naik 60 persen dibanding 2018 yang mencapai 2,5 juta orang. Wisman dari Singapura masih diharapkan bakal mendominasi kunjungan wisata ke Kepri, khususnya Batam.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Buralimar optimistis target tersebut bakal tercapai karena banyak wisman yang mulai melirik Kepri sebagai destinasi wisata. Selain Batam dan Bintan, pihaknya juga akan menggenjot kunjungan wisman ke sejumlah daerah di Kepri. Seperti di Anambas, Karimun, Natuna, Lingga serta Tanjungpinang.

“Target memang berat tapi kita sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai kunjungan 4 juta wisman,” kata Buralimar dalam coffee morning di kawasan Sekupang, Batam, Minggu (18/11).

Tampak hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kepri Andika, Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri Irwandi Azwar, Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Surya, serta Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Tupa Simanjuntak.

Buralimar menjelaskan, kunjungan 4 juta wisman tersebut akan ditargetkan dari turis Singapura sebanyak 2 juta orang, 500 ribu orang dari Malaysia, 500 ribu dari India, 500 ribu dari Tiongkok, serta wisman dari Korea, Vietnam, Laos dan Eropa 500 ribu orang. Pada tahun ini, kata Buralimar, kunjungan wisman dari India ke Kepri mencapai 100 ribu orang. Pada 2019 akan ditingkatkan jadi 500 ribu orang. Pihaknya didukung penuh kementerian pariwisata (Kemenpar) untuk menggenjot kunjungan wisman ini.

“Salah satu dukungan Kemenpar adalah mengundang 18 whole-seller asal India di Bintan dan Batam. Selain India, kita juga akan bidik wisman dari China,” katanya.

Menurut Buralimar, pihaknya bersama perwakilan Kemenpar di Singapura akan membidik turis dari China, India, Korea dan Jepang yang masuk ke Singapura melalui agent-agennya.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak kantor Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Singapura secara intensif agar strategi ini dapat di implementasikan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ketua Asita Kepri Andika mendukung target yang dicanangkan Dispar Kepri. Salah satunya dengan menyiapkan paket tour selama 3-4 hari bagi wisman India. Selain itu juga membidik sekolah-sekolah di Singapura untuk meeting dan membuat kegiatan di Batam. Menurut di, harga di Batam tentu lebih murah jika mereka meeting di Singapura dan peluang ini harus kita manfaatkan.

“Untuk turis dari India adalah masalah makanan. Kita sudah siapkan dua restoran yang mereka sukai, satu di kawasan Nagoya dan satunya di Batamcentre,” katanya.

Sementara, Ketua GIPPI Kepri Tupa Simanjuntak mengatakan, dalam Minggu ini Kepri sudah memiliki fasilitas Live Spot Server sebagai bukti komitmen dari Dinas Provinsi Kepulauan Riau. Menurut dia, Strategi Live Spot Server ini merupakan strategi pertama di Indonesia, yang sangat bermanfaat dalam mempromosikan kegiatan-kegiatan pariwisata di Kepri dan berbasis data base.

“Dengan teknologi ini (live sport server), pihaknya optimistis wisman di Kepri akan melonjak drastis. Tapi juga harus diimbangi dengan berbagai event internasional yang jadi daya tarik para turis,” kata Tupa selaku fasilitator pengusaha maupun asosiasi pariwisata juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam melakukan koordinasi Pentahelix.

Ketua Aspabri Kepri Surya dalam kesempatan itu berharap adanya pembinaan terhadap usaha travel yang belum memiliki izin sehingga ke depannya dapat bersaing dan berkembang.

“Sebaiknya semua asosiasi pariwisata di Kepri dalam naungan Asita supaya ada keseragaman dan satu ide dalam memajukan wisata,” usulnya.

Sedangkan Ketua DPD ASPPI Kepri Irwandi Azwar mengatakan, Kota Batam merupakan daerah wisata yang strategis karena sebagai pintu gerbang masuknya turis mancanegara. Untuk itu perlunya ada rasa aman bagi para wisman yang berkunjung ke Batam juga daerah lain di Kepri. Selain itu, juga pentingnya pariwisata yang berdampak langsung terhadap ekonomi kerakyatan dalam hal ini para UKM.

“Keamanan harus ditingkatkan agar ada jaminan turis nyaman berwisata di Kepri khususnya Batam,” pintanya.

Sementara Plt Kadisparbud Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pentingnya penguatan asosisasi pariwisata guna mendongkrak kunjungan wisman ke Batam. Bukan itu saja, untuk mendukung target 4 juta wisman, pihaknya akan berkoordinasi dengan badan ekonomi kreatif (bekraf) untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku UKM yang bergerak di sektor pariwisata. Ke depan, pihaknya akan mewajibkan industri travel untuk membawa para wisman ke sentra UKM agar masyarakat menengah ke bawah ikut merasakan dampak dati kunjungan wisman.

“Untuk pengembangan sentra UKM kita juga melibatkan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangaan Kota Batam. Dengan adanya pelatihan dari bekraf kita harapkan adanya peningkatan kualitas produk sehingga layak disajikan untuk turis mancanegara maupun nusantara,” katanya.

didik yulianto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com