SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ditpolair Amankan Kapal Berisi Bahan Peledak

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Oktober 2018 | 13:38
  • Dibaca : 242 kali
Ditpolair Amankan Kapal Berisi Bahan Peledak
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga dan Dirpolair Polda Kepri Kombes Benyamin Sapta menunjukkan barang bukti bahan baku bom ikan saat ekspose di Polda Kepri, kemarin. f arrazy aditya

NONGSA – Direktorat Polair (Ditpolair) Polda Kepri mengamankan seorang pelaku berinisial LL, karena kedapatan membawa empat karung pupuk urea dengan total berat 100,8 kilogram dan 3 buah detonator. Barang bukti yang disita ini merupakan komponen yang akan digunakan membuat bom ikan.

Direktur Direktorat Polair Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, LL diamankan pada Kamis (20/9) sekira pukul 07.30, saat Kapal Patroli (KP) Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patroli rutin di sekitar perairan Tanjung Kalang, Bintan atau pada koordinat 0º – 45’- 126” N – 104º – 40’ – 193” E. Pada saat itu kapal Ditpolair memberhentikan satu kapal motor dan melakukan pemeriksaan.

“Kapal motor tanpa nama dinakhodai oleh LL berlayar dari Pelabuhan Pelni Kijang ke perairan Pulau Numbing,” ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Selasa (2/10).

Saat diperiksa, kapal tanpa nama ini juga tanpa dilengkapi dengan dokumen ataupun izin dari pemerintah tentang pengangkutan barang yang diamankan.

Bahan baku peledak tersebut akan digunakan untuk pengeboman ikan yang dapat merusak ekosistem dan terumbu karang. Tersangka inisial LL diganjar melanggar pasal 1 ayat (1) Undang – Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

“Ancaman hukumananya bisa hukuman mati atau penjara seumur hidup atau setinggi tingginya 20 tahun penjara,” kata Benyamin.

Ia menjelaskan, LL membawa bahan bahan pembuat bom ikan ini karena berniat melakukan pengeboman ikan di Bangka Belitung. Pihak Ditpolair Polda Kepri saat ini tengah menyelidiki tersangka untuk mengetahui dari mana mendapatkan bahan tersebut.

“Dari hasil pengembangan sudah dicari beberapa orang yang diduga menjual, sudah dilakukan pendalaman dan satu orang masih dicari. Saat ini kemungkinan sudah di Bangka,” katanya.

Menurut Benyamin, dampak yang ditimbulkan dari pengeboman ini akan sangat parah, dan tentunya merugikan. Di mana cara menangkap ikan dengan cara membius dan melakukan pemboman ikan dapat merusak ekosistem. “Makanya dilarang, dampaknya sangat bahaya. Memang hasil tangkapan banyak tapi ekosistem rusak,” ujarnya.

Pihak juga sudah sering melakukan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya menangkap ikan dengan cara dibom ini. “Tentunya Ditpolair sering mengimbau masyarakat, dan sekarang kami juga meminta masyarakat agar jangan menggunakan bom untuk menangkap ikan,” kata Benyamin. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com