SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ditpolair Ungkap 58 Kasus Kejahatan di Laut

  • Reporter:
  • Rabu, 5 Desember 2018 | 14:44
  • Dibaca : 64 kali
Ditpolair Ungkap 58 Kasus Kejahatan di Laut
Petugas Ditpolair Polda Kepri mengamankan ABK dan kapal Vietnam yang ditangkap mencuri ikan di Pelabuhan Batuampar, kemarin. f teguh prihatna

NONGSA – Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda kepri mengungkap 58 kasus sepanjang 2018 di wilayah perairan Kepri. Dari berbagai kasus pelanggaran di laut ini, kasus pencurian ikan (illegal fishing) mendominasi.

Kapolda Kepri Irjen Budi Andap Revianto mengatakan, selain pencurian ikan petugas mengungkap kasus-kasus penyelundupan dan juga pelanggaran terkait kelengkapan dan Surat Izin Berlayar (SIB) yang banyak dilakukan kapal-kapal lokal.

“Polair harus mampu mengeliminir kerawanan-kerawanan yang terjadi di wilayah Polda Kepri, hasil pengungkapan kasus-kasus saat ini hasilnya cukup membanggakan,” ujarnya saat syukuran HUT ke-68 Polair di Mapolda Kepri .

Saat ini, kata Andap, Ditpolair memiliki 24 alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang digunakan untuk beroperasi menjaga lautan Kepri. Adapun 24 alutsista terdiri dari berbagai jenis mulai dari kapal tipe C1, C2, C3, long boat, rigid inflatable boat (RIB) dan berbagai jenis lainnya.

“Saat ini polair memanfaatkan alustsista yang ada. Insya Allah tahun depan akan kami ajukan permohonan penambahan mengingat wilayah Kepri sebagian besar adalah kepulauan,” kata jenderal bintang dua ini.

Polair saat ini menerapkan sistem zonanisasi yang dibagi menjadi enam zona, mengingat wilayah Kepri 96 persen adalah lautan. Tak hanya itu, demi menunjang pengamanan yang lebih maksimal, Polda Kepri juga menerima bantuan dari korps Polair Baharkam Polri.

“Ada 3 kapal yang BKO di Kepri supaya pengamanan lebih maksimal,” ujarnya.

Andap berharap sinergitas dan kerja sama antar instansi dapat terus dijaga, agar tujuan utama menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtimas) yang aman dan kondusif bisa dicapai hingga menjelang pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang.

“Sinergitas antar instansi sangat dibutuhkan, karena dengan sinergitas yang kuat maka cita-cita menciptkan suasana kondusif pasti bisa dicapai, ” kata Andap. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com