SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ditreskrimum Polda Kepri Tangkap Debt Kolektor

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Juli 2020 | 21:53
  • Dibaca : 270 kali
Ditreskrimum Polda Kepri Tangkap Debt Kolektor

BATAM – Di tengah kesibukan pada perayaan Idul Adha 1441 H yang jatuh pada Jumat (31/7/20), jajaran Ditreskrimum Polda Kepri yang sibuk dengan kegiatan pemotongan hewan kurban, langsung menangkap rentenir dan debt kolektor. Setidaknya ada 5 orang yang diamankan yakni 4 debt kolektor dan 1 orang suruhan rentenir.

Para pelaku ini diamankan Tim dari Ditreskrimum Polda Kepri di Perumahan Hang Lekir, Legenda Malaka, Blok D4/2, Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 14.30 WIB dengan dipimpin langsung boleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan A Rasyid.

Rentenir yang diketahui bernama Jamianto dan orang suruhannya yakni Hermanto membawa 4 orang preman bayaran sebagai debt kolektor ini, ditangkap di rumah korban Harianto setelah melakukan mengusir paksa korban.

Berdasarkan cerita korban dan masyarakat sekitar, pelaku mengancam kepada korban dan Polisi yang datang pada saat kejadian dengan sesumbar dengam memperlihatkan foto salah satu mantan pejabat Polda Kepri dan Polresta Barelang. Wadirreskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan A Rasyid menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada tanggal 29 Juli 2020.

Dimana pada saat itu, rumah korban Harianto didatangi oleh pelaku, Hermanto dan preman-preman bayarannya dengan tujuan mengusir Harianto untuk keluar dari rumah.

“Jadi mereka memaksa pemilik rumah untuk mengosongkan rumah tersebut, dengan dalih korban sudah meminjam duit pelaku Jamianto dan selanjutnya membuatkan AJB pada salah satu notaris di Batam, tanpa sepengatuan dari Harianto,” ujar AKBP Ruslan di Polda Kepri, Jumat (31/7/20) malam.

Dia menjelaskan, uang yang dipinjam oleh korban sebesar Rp 450 juta dan dipaksa membayar bunga 15 persen dengan jumlah Rp 54 juta perbulannya dan dia sudah membayar selama 2 bulan. Namun di bulan ketiga, korban hanya menyerahkan Rp 30 juta.

Kemudian pada keesokan harinya pada tanggal 30 Juli 2020, korban melakukan pelaporan ke Polda Kepri atas dugaan memberikan keterangan yang tidak benar dalam akta, pemerasan dan memasuki pekarangan tanpa izin.

“Dia melaporkan itu dengan harapan bahwa preman itu tidak mendatangi korban dan menyuruh preman-preman iyu keluar sampai proses hukum yang keluar,” ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 31 Juli 2020 siang, orang suruhan Hermanto datang lagi ke rumah korban dengan maksud yang sama seperti sebelumnya, yaitu menakut-nakuti dan menyuruh keluar. Saat itu, kerabat korban langsung menghubungi Wadirreskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan mengatakan, bahwa orang-orang tersebut kembali datang kerumah korban.

Mendapat laporan tersebut, Ruslan langsung menuju kelokasi. Namun Hermanto dan preman-preman bayarannya itu sudah pergi meninggalkan lokasi.

“Saat itu kami hubungi lagi, datanglah pelaku ini bersama preman-premannya itu,” ujarnya.

Pelaku yang arogan dihadapan petugas Polisi ini, membawa-bawa nama mantan pejabat Polda Kepri dan Polresta Barelang. Namun pihak Kepolisian tetap membawa pelaku untuk diperiksa.

“Jadi dia membawa centeng-centengnya itu, ya Saya langsung tangkap saja dan tidak perlu cari-cari lagi,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com