SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dokter Suntik Bidan 56 Kali Dituntut Lima Bulan Penjara

  • Reporter:
  • Jumat, 24 Mei 2019 | 10:10
  • Dibaca : 118 kali
Dokter Suntik Bidan 56 Kali Dituntut Lima Bulan Penjara
Terdakwa dr Yusrizal saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, kemarin. F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Terdakwa dr Yusrizal Saputra dituntut jaksa penuntut umum selama lima bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (23/5). Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menyuntik sebanyak 56 kali kepada saksi korban bidan Destriana Dewanti.

Jaksa penuntut umum Mona Amalia menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. “Menuntut terdakwa selama lima bulan penjara, masa tahanan yang dijalani dikurangkan seluruhnya dan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar Mona.

Mona menjelaskan, tuntutan yang diberikan atas dasar pertimbangan dari fakta-fakta persidangan. Di mana terdakwa dan saksi korban telah saling memaafkan. Ditambah terdakwa mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pertimbangannya itu terdakwa sudah meminta maaf kepada saksi korban, tuntutan ini sesuai fakta persidangan yang ditemukan. Artinya terdakwa mau bertanggung jawab dan terdakwa belum pernah dihukum,” ujarnya.

Mendengar tuntutan itu, Yusrizal mengaku sudah mengerti atas tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum. Yusrizal langsung mengajukan pembelaan bersama penasihat hukumnya, Andi M Asrun dan Wirman. Dalam perkara ini, Yusrizal merasa tidak bersalah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban. “Sudah mengerti dengan tuntutannya, langsung mengakukan pembelaan (pledoi),” kata Yusrizal.

Setelah mendengar tuntutan dan tanggapan terdakwa, Hakim Ketua Admiral didampingi Hakim Anggota Santonius Tambunan dan Iriaty Khairul Ummah langsung menutup sidang dan melanjutkannya pada Jumat (24/5). “Jadi, diberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyiapkan pembelaan atau pleodinya. Sidang dilanjutkan besok,” kata Admiral.

Seperti diketahui, terdakwa dr Yusrizal telah melakukan penganiayaan terhadap Destriana Dewanti pada Rabu 10 Oktober 2018 sekira pukul 07.30 WIB di rumah terdakwa yang berada di Perumahan Pinang Mas Residen Blok A1 No. 20, Km 8, Tanjungpinang. Sebelumnya, terdakwa dokter Yusrizal mengakui perbuatannya menyuntik bidan Dewanti sekitar 20 kali. Terdakwa membantah telah menyuntik korban sebanyak 56 kali sesuai hasil visum rumah sakit.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Admiral didampingi Hakim Anggota Iriaty Khairul Ummah dan Santonius Tambunan menanyakan bagaimana hubungan antara terdakwa dan saksi (Dewanti). Admiral menanyakan apakah selama ini ada hubungan khusus dengan korban. “Saya kenal lebih kurang 10 hari, hubungannya hanya antara dokter dengan bidan karena sama-sama petugas medis di klinik. Tidak ada hubungan khusus. Saya dikenalkan pihak manajemen klinik kepada dia (Dewanti),” kata Yusrizal dalam sidang.

Sebelum terjadi penyuntikan itu, ia meminta kepada korban untuk menolongnya memasang infus. Alasannya, karena akhir-akhir ini kondisinya sedang lelah, sehingga butuh istirahat. “Awalnya, cuma mau pasang infus, saya minta korban minta bantu tolong mau dipasang infus,” ujarnya.

Sewaktu hendak dipasang infus, Yusrizal minta dihentikan sementara karena takut lihat jarum suntik. Kemudian ia malah menawarkan agar korban yang lebih dulu disuntik. “Waktu itu saya bilang, kamu tolong saya, nanti saya tolong kamu suntik vitamin C, saya tanya ada vitamin C, tapi jawabnya tidak ada. Saya banttu ambil vitamin C dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib,” katanya.

Selanjutnya, setelah korban disuntik terdakwa Dewanti tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran. Melihat kondisi itu, Yusrizal mulai panik sehingga berusaha menyelamatkan korban agar tidak meninggal dunia. “Kepalanya tiba pusing-pusing, jarumnya langsung cabut. Saya takut dia alergi suntikan. Tarik badan dia (korban) dan luruskan, kepalanya tarok pakai bantal, pastikan dia bernapas, pasang jalur infus,” ujarnya.

Sewaktu korban itu mengalami penuruan kesadaran, kata Yusrizal, kata-kata korban mulai meracau. “Saya sudah berikan semuanya sama kamu, kenapa kamu tidak mau menikahi saya,” kata Yusrizal mengulangi kata korban.

Melihat kondisi korban semaki tidak sadar, Yusrizal semakin panik. Lalu menyuntik korban beberapa kali sampai sekitar 20 kali. Terdakwa menyuntik korban untuk tetap menjaga napas korban tetap terjaga. Sebab, Yusrizal khawatir korban meninggal dunia. “Saya panik, saya tidak ingin kejadian ini. Teringat saya tidak kurang lebih dari 20 suntikan. Tidak sampai 56 kali suntikan,” katanya.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com