SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Door, Polisi Batuaji Hadiahi Pelaku Begal Timah Panas

  • Reporter:
  • Senin, 3 Juli 2017 | 14:55
  • Dibaca : 764 kali
Door, Polisi Batuaji Hadiahi Pelaku Begal Timah Panas
Kawanan begal di Batuaji.

SINDOBATAM – Empat pelaku pembegalan dan ‎pengeroyokan Sri Wardana ditangkap Polsek Batuaji di Kawasan Ruko Senawangi Batuaji Sabtu (1/7/2017) malam sekira pukul 08.00 WIB.

Keempat pelaku di antaranya ‎Sarawih (20), Ao (15), Rl (18), dan Pa (16). Mereka melakukan pengeroyokan terhadap Wardana hingga tewas di depan Hotel Holi Batuaji.

Dari empat pelaku yang diamankan polisi, Sarawih terpaksa dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur saat ditangkap bersama tiga rekan lainnya.

Informasi yang diterima SINDOBATAM, pelaku melakukan pengeroyokan terhadap Wardana saat ia bersama adiknya melintas di depan Hotel Holi Batuaji. Saat itu, korban yang hendak pulang ke daerah Kampung Jawa Batuaji diganggu dan diteriaki para pelaku.

‎Tidak terima dengan sikap pelaku, Wardana mengantar adiknya ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi. Kemudian kembali ke tempat ia diteriaki dan mencari para pelaku. Namun karena kalah jumlah, ia langsung dikeroyok para pelaku di lokasi hingga tak sadarkan diri.

Selain mengeroyok korban, diduga para pelaku juga menyerang korban menggunakan kayu broti, sajam dan benda tumpul lainnya. Akibatnya, Wardana‎ alami luka pendarahan bagian kepala kepala belakang, luka bagian dada akibat goresan senjata tajam dan jari telunjuk kiri patah.

“Dia duluan mau nyerang kami pakai pisau bang, makanya kami keroyok karena kami ramai-ramai,” kata Sarawih, Senin (3/7/2017) di Polsek Batuaji.

Keempat pelaku yang mengatasnamakan diri Persatuan Junior Rantau Family dengan‎ logo pentungan dan tengkorak tersebut, mengaku belum pernah melakukan aksi kejahatan apalagi hingga menewaskan orang. Namun dari catatan kepolisian, dua di antaranya pernah masuk sel tahanan dengan kasus berbeda.

“Baru kali ini kami seperti ini, memang kemarin kami baru pulang pesta dan mabuk-mabukan. Kami pulang jalan kaki, kemudian pas di dekat Hotel Holi dia datang kejar kami pakai pisau. Kebetulan ada broti, jadi kami pukul pakai itu,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keempatnya dijerat KUHP 170 mengenai pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com