SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dorong UKM Berorientasi Ekspor

  • Reporter:
  • Kamis, 7 Desember 2017 | 19:11
  • Dibaca : 97 kali
Dorong UKM Berorientasi Ekspor
Produk UKM dari Kadin Jawa Timur yang ditampilkan dalam Business to Business Meeting Pengusaha Jawa Timur - Kepri beberapa waktu lalu. Foto Arrazy Aditya.

SINDOBATAM – Indonesia Eximbank komit pada misinya untuk mendorong kesinambungan bagi kebutuhan ekspor nasional yang berkelanjutan. Langkahnya dengan terus mengakomodir kegiatan ekspor salah satunya untuk perusahaan domestik termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Untuk diketahui, Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ini merupakan lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi. Tujuannya untuk mempercepat laju pertumbuhan perdagangan luar negeri Indonesia dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis serta menunjang kebijakan pemerintah dalam rangka mendorong program ekspor nasional.

Salah satu upaya Indonesia Eximbank dalam menjangkau kebutuhan para pelaku bisnis di seluruh wilayah Indonesia, saat ini Indonesia Eximbank memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jakarta, empat kantor wilayah, yaitu di Medan, Surabaya, Surakarta, Makassar, dan tiga Kantor Pemasaran di Balikpapan, Batam dan Denpasar.

Ditanya soal berapa omset yang harus dimiliki UKM untuk bisa mengajukan pembiayaan ekspor, Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank Arif Setiawan mengatakan, tak ada batas minimal. Justru Indonesia Eximbank membentuk dan mendorong masyarakat untuk melakukan usaha yang bertujuan eskpor.

“Syaratnya harus untuk ekspor, meskipun itu untuk supply chain,” katanya saat media coaching peran pembiayaan ekspor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Hotel Aston, Batam, Kamis (7/12/2017).

Ia mengatakan, mayoritas UKM terkendala dalam hal pemasaran dan pembangunan brand. Namun, tak perlu khawatir, Indonesia Eximbank juga menyediakan jasa konsultasi untuk menemukan pemecahan dari persoalan para pelaku UKM tersebut. Lanjut dia, salah satu peran Indonesia Eximbank terkait itu bisa dilihat dari pembiayaan yang dilakukan pada industri pembuatan barcore di Wonosobo. Awalnya perusahaan yang ingin mendirikan pabrik di daerah itu mengajukan kredit ke bank umum terus ditolak. Namun, ketika mengajukan kredit ke Indonesia Eximbank, Arif tak langsung menolak.

“Saya turun langsung ke daerah itu, melihat seperti apa pohon sengon yang akan dikembangkan menjadi industri barcore itu,” kata Arif.

Ia menceritakan, saat tiba di Wonosobo, ia menyaksikan pohon sengon tumbuh secara natural. Jumlahnya sangat mencukupi untuk kebutuhan bahan baku pembuatan barcore yang akan diekspor. Jika pun harus ditanam, sengon tak perlu waktu lama untuk bisa dipanen. Biasanya sengon di tempat itu dijual ke daerah lain dengan harga yang murah.

“Pabrik sengon itu akhirnya dibiayai, tapi dengan syarat penanaman diserahkan pada masyarakat,” katanya.

Inilah yang dikatakan Arif, Indonesia Eximbank bukan hanya mengejar profit semata. Indonesia Eximbank melihat dengan menyerahkan penanaman sengon kepada masyarakat, hal itu bisa menyerap tenaga kerja dan membantu masyarakat lain untuk memiliki kegiatan.

“Tenaga kerja Indonesia didominasi lulusan SD-SMP jika tak diberi ruang maka apa yang bisa mereka kerjakan?,” kata dia.

Hingga saat ini, tiga tahun setelah pendiriannya, pabrik sengon itu omsetnya telah mencapai Rp1 triliun. Kebijakan Indonesia Eximbank membuat semua diuntungkan, pengusaha pemilik pabrik diuntungkan, masyarakat tempatan pun mendapat pekerjaan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com