SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPR Dukung Batam Jadi Hub Logistik

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:40
  • Dibaca : 175 kali
DPR Dukung Batam Jadi Hub Logistik
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Rabu (10/10). DPR RI mendukung Kota Batam sebagai hub logistik karena letaknya strategis di jalur perdagangan internasional. f teguh prihatna

BATUAMPAR – DPR RI mendukung penuh rencana BP Batam menjadikan Batam sebagai hub logistik. Sebagai bentuk dukungan, DPR RI akan memenuhi seluruh usulan anggaran yang disampaikan BP Batam untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Kota Batam

Letak Batam yang strategis pada jalur perdagangan internasional, dinilai sangat tepat dijadikan sebagai kawasan ekonomi yang unggul pada era digitalisasi seperti saat ini. Selain hub logistik, kota terbesar di Kepri ini juga dijadikan pusat pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat.

Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno mengatakan, peran strategis Batam sebagai daerah terdepan Indonesia telah direncanakan sebagai pusat ekonomi, karena itu pihaknya sangat mendukung jika Batam dijadikan sebagai kawasan logistik nasional di pasar Asia. Hal ini dengan memanfaatkan keunggulan Bandara Internasional Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar yang berdekatan.

“Begitu juga dengan letak kawasan industrinya yang juga berdekatan. Dan ini merupakan satu-satunya di Indonesia,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Batam, Rabu (10/10).

Potensi yang dimiliki Batam, sambungnya, perlu didukung secara penuh oleh pemerintag pusat. Pihaknya menilai dengan pengembangan tersebut akan menjadi sumber pendapatan yang luar biasa, tidak hanya bagi Batam melainkan untuk Indonesia. DPR tengah mendorong pemerintah pusat untuk secara bersama-sama menyelesaikan hambatan-hambatan yang masih terjadi di Batam saat ini.

Sebagai kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB), pengelolaan Batam harus secara maksimal. Teguh mengaku sejumlah kendala yang berkaitan dengan komponen perizinan dan konsep pengembangan Bandara Hang Internasioanal Nadim dan infrastruktur pelabuhan di Batam akan menjadi bahan laporan bagi Komisi VI DPR RI sebagai rekomendasi arah kebijakan Batam ke depan.

“Saat ini adalah era e-commerce, kalau itu logistiknya bisa ada di Batam dan industri pesawat terbesar juga ada disini, maka akan menjadi sumber ekonomi yang luar biasa. Maka itu, hal ini harus kita dukung bersama,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan anggaran BP Batam, Teguh menjelaskan, pihaknya siap mengawal anggaran yang diajukan oleh BP Batam. Sebagai mitra kerja, DPR RI sudah menyetujui untuk anggaran tahun 2019 mendatang sekitar Rp1,8 triliun. Saat ini Komisi VI juga masih terus melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan pengajuan penambahan anggaran Rp225 miliar untuk perbaikan infrastruktur bandara.

Pada intinya pihaknya mengaku mendukung penambahan anggaran tersebut. Hanya saja tentu tetap perlu sinkronisasi dengan Kemenkeu selalu pengelola keuangan. Itu sebabnya ia mengaku belum bisa memastikan apakah penambahan anggaran tersebut akan disetujui atau tidak.

“Untuk anggaran kami masih bicarakan dengan Kemenkeu. Tapi untuk yang sudah kami setujui memang sekitar Rp1,8 triliun,” ujarnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, bukan tanpa alasan menjadikan Batam sebagai hub logistik dan pusat MRO pesawat. Hal itu karena Batam memiliki potensi untuk dijadikan sebagai pusat perdagangan di era teknologi yang terus maju.

Pada kesempatan itu, Lukita juga memaparkan sejumlah proyek stategis BP Batam yang beberapa di antaranya akan rampung seperti pengembangan dermaga curah cair Kabil yang saat ini sudah mencapai 66,22 persen. Kemudian pengembangan gedung dan fasilitas pelayanan kesehatan RSBP Batam, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) dan rencana pembangunan jalan kolektor di enam kawasan industri.

“Pada triwulan II tahun 2018 ini, perekonomian Kepri yang ditopang oleh perekonomian Batam secara gradual sudah mulai menunjukkan peningkatan hingga mencapai 4,51 persen,” kata Lukita.

Ia berharap peningkatan ini akan terus menguat sehingga perekonomian mampu tumbuh diatas 5 persen. Sehingga target pertumbuhan minimal 5 persen pada 2018 bisa terwujud. Batam memiliki posisi yang strategis karena terletak di tepi Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan tersibuk kedua didunia dimana dalam setahun terdapat lebih dari 60.000 kapal melintasi Selat Malaka.

Menurut dia, hampir tiga kali Terusan Panama dan lebih dari dua kali lipat dari Terusan Suez. Karena itu dengan memaksimalkan potensi kedekatan Bandara Internasional Hang Nadim dan Pelabuhan Kabil untuk menjadi pusat e-commerce, pusat hub logistik dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia, maka Batam akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang luar biasa di pasar Asia Pasifik.

“Konsep Batam sebagai Hub Logistik akan menghubungkan bandara dengan pelabuhan dalam satu kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat pusat bisnis, seperti kargo, logistik, storage produk, pusat perbaikan pesawat dan kawasan industri,” jelasnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com