SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPR RI Dukung Pengembangan Pelabuhan Batuampar

  • Reporter:
  • Senin, 15 Juli 2019 | 14:18
  • Dibaca : 105 kali
DPR RI Dukung Pengembangan Pelabuhan Batuampar
Ilustrasi. /DOK SINDO BATAM

BATUAMPAR – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendukung pengembangan Pelabuhan Batuampar sebagai hub logistik. Pelabuhan bongkar muat terbesar di Batam ini diharapkan bisa terus ditingkatkan untuk mendorong kegiatan industri di dalam Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dito Ganinduto mengatakan, kunjungan kerja (kunker) ke Batam dilakukan guna mengevaluasi persoalan pembangunan dan pengembangan Batam ke depan, salah satunya pengembangan Pelabuhan Batuampar. Pelabuhan Batuampar dinilai penting bagi pembangunan Batam ke depan.

“Ada beberapa hal yang masih kurang sesuai yang diharapkan pada Pelabuhan Batuampar saat ini, yakni kurang memadai fasilitas bongkar muat dan tingginya biaya pengiriman sehingga tidak efisien,” ujarnya, Minggu (13/7).

Ia menjelaskan, saat ini investor yang masuk ke Batam sudah meningkat dengan baik. Fasilitas yang ada di Batam harus didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti pelabuhan. Semakin banyak investor yang melakukan investasi, maka fasilitas infrastukturnya juga harus diperbaiki, khususnya pelabuhan.

“DPR kan menyampaikan kepada pemerintah khususnya Kemeterian Perekonomian untuk dapat merealisasikan perluasan Pelabuhan Batuampar, sehingga ke depannya pelabuhan ini bisa menjadi fasilitas yang memadai,” katanya.

Kunjungan rombongan DPR RI disambut baik oleh Kepala BP Batam Edy Putra Irawady didampingi oleh Anggota 3/ Deputi Bidang Sarana Usaha Dwianto Eko Winaryo. Edy menyampaikan, BP Batam dalam menyusun rencana strategis (Renstra) tahun 2020-2024 mendatang dengan berpatokan kepada Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur Batam dalam empat sektor prioritas utama.

Adapun empat sektor prioritas utama yakni pertama terkait pengembangan industri manufaktur yang berorientasi pada industri bernilai tambah tinggi. Kedua, pengembangan sektor jasa seperti MRO, shipbuilding dan shipyard. Ketiga, pengembangan logistik hub yang berskala internasional pengembangan pelabuhan dan terakhir pengembangan pariwisata seperti pengembangan objek wisata yang berskala internasional serta industri kreatif.

Salah satu fokus BP Batam pada sektor prioritas pembangunan Batam, yakni memperbaiki dan mengembangkan logistic hub seperti fasilitas di Pelabuhan Batuampar. “Kondisi semula kapasitas di pelabuhan ini memang sangat terbatas hanya beroperasi untuk 400.000 TEUs. Hal ini yang mengakibatkan pola perdagangan biaya logistik di Batam sangat tinggi,” kata Edy

Permasalahan ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, tata kelola logistik di pelabuhan yang masih dilakukan perusahaan logistik asal Singapura secara door-to-door . Kedua, menghadapi beban handling cost. Ketiga, fasilitas bongkat muat kontainer tidak teratur kurang dari standar kepelabuhan.

Sehingga rencana ke depannya BP Batam segera melakukan perbaikan di Pelabuhan Batuampar. Edy berharap komisi VI DPR RI dapat membantu terealisasinya anggaran untuk pelabuhan ini dikarenakan Batam salah satu logistik hub. Barang logistik yang masuk ke Batam selanjutnya akan dikirim ke Singapura. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com