SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPRD Kepri Belajar Olah Limbah B3

  • Reporter:
  • Sabtu, 27 April 2019 | 11:15
  • Dibaca : 239 kali
DPRD Kepri Belajar Olah Limbah B3
Anggota Komisi III DPRD Kepri bersama DLHK Kepri saat studi banding dengan PT PPLI di Bogor, Jumat (26/4). /IST

PINANG – Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), masih sangat minim di Kepri, terutama di daerah yang memiliki industri cukup besar seperti di Batam, Tanjungbalai Karimun dan Bintan.

Oleh sebab itu, Komisi III DPRD Kepri bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kepri melakukan studi banding ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) DOWA Nambo, Cileungsi, Bogor.

Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho dalam studi banding tersebut mengatakan, bahwa transfer teknologi pengolahan limbah sesuai dengan standar keamanan seperti di PT PPLi ini harus dilakukan di Kepri. “Seperti di Batam memang sudah ada perusahaan pengolahan limbah, tapi mereka belum sanggup mengolah limbah seperti di sini dengan sistem pengelohan yang modern dan sangat aman,” katanya Jumat (26/4).

Ia menjelaskan bahwa di Kepri seperti di Batam banyak perusahaan yang menghasilkan limbah B3, namun belum mampu atau belum ada yang bisa mengolah limbahnya. Justru perusahaan-perusahaan harus mengirim limbahnya ke PT PPLi ini. Tentunya ini menjadi hal yang akan memberatkan perusahaan, sehingga harus ada terobosan untuk mengatasi hal ini. “Ongkos pengangkutan limbah ini tidak murah, dan diperlukan transportasi khusus yang memiliki standar keamanan yang bisa menjamin bahwa limbah tersebut tidak bocor pada saat diangkut,” ujarnya.

Widiastadi berharap jika menejemen PT PPLi mau mengembangkan perusahaanya di Kepri maka akan lebih baik, dan tentunya akan menjadi solusi yang dapat menguntungkan bagi semua pihak. “Itu harapan kita ke depannya, sehinga tidak perlu lagi pengusaha yang susah mengirim limbah B3 ke luar, cukup diolah di Kepri sendiri,” harapnya.

Direktur Sales dan Marketing PT PPLI Machmud Badres menjelaskan pelaku atau perusahaan yang terkait langsung dengan limbah ada enam jenis. Ia menyebutkan di antaranya industri yang menghasilkan limbah, pengangkut limbah yang memiliki izin dengan prosedur keamanan, pengumpul limbah sebelum diolah atau dikelola, pengolah limbah, pemanfaat atau yang menggunakan hasil dari pengolahan limbah dan yang trakhir adalah penimbun residu atau sisa dari pengolahan limbah. “Dari keenam jenis tersebut, PPLI memiliki semuanya, pengangkut hingga penimbun akhir,” jelas Machmud.

Berdasarkan prosesurnya, limbah B3 tidak boleh disimpan terlalu lama. Paling lama penyimpanannya adalah 90 hari itu pun harus dilihat media penyimpanannya apakah itu drum plastik, drum besi, terpal dan lain-lain. Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua limbah B3 itu harus dibuang atau tidak bermanfaat, ada beberapa jenis limbah B3 yang setelah diolah bisa dimanfaatkan seperti untuk sumber bahan bakar.“Kami juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang memanfaatkan hasil dari pengolahan limbah di tempat kami,” terangnya.

Untuk membangun perusahaan pengolahan limbah sendiri tidak bisa dilakukan sembarangan, ada beberapa tahapan, ia mencontohkan seperti pengecekan struktur dan kandungan tanah. “Selain itu belum banyak investor yang mau menanamkan modalnya di sektor pengolahan limbah ini,” tambahnya.

PT PPLI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah B3. Selain mengolah limbah, perusahaan tersebut juga sebagai transporter khusus limbah B3 yang telah memiliki sertifikasi keamanan baik nasional maupun internasional.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com