SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPRD Minta Pemko Batam Jaga Stok Sembako

  • Reporter:
  • Kamis, 26 Maret 2020 | 12:04
  • Dibaca : 102 kali
DPRD Minta Pemko Batam Jaga Stok Sembako

BATAM – Anggota Komisi II DPRD Batam Putra Yustisi Respaty meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk bisa mengantisipasi kemungkinan terberat akibat virus Korona atau Covid-19 di Kota Batam. Dalam hal ini, dampak ekonomi dan ketersediaan bahan pokok pangan.

“Jangan meremehkan situasi yang ada, untuk itu kita minta agar Pemerintah Kota Batam serius dalam mengontrol dan menjamin ketersedian bahan pokok,” kata Putra di Batam Centre, Kamis (26/3).

Untuk menegaskan hal tersebut, Komisi II DPRD Batam pun telah menyurati Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), guna meminta data ketersedian sembako di Batam.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk bisa menindak tegas pihak-pihak yang mencari untung di tengah kecemasan atas meluasnya wabah virus corona. Seperti adanya pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan.

“Kita juga meminta kepada masyarakat untuk sama-sama membantu kinerja Pemerintah untuk bisa melaporkan jika mengetahui adanya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan yang tidak masuk akal dalam kondisi saat ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Batam, meminta kepada masyarakat untuk tidak panik oleh adanya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 ini.

Untuk itu, Wali Kota Batam Muhammad rudi menjamin semua kebutuhan hidup akan aman hingga dua bulan ke depan.

“Saya minta dan imbau kepada masyarakat di Batam untuk tidak panik oleh adanya Virus Corona itu. Menjaga diri dan tidak beraktivitas dalam perkumpulan orang banyak sudah sangat membantu kami. Sementara untuk kebutuhan sembilan bahan pokok saya tegaskan aman untuk dua bulan kedepan,” ujarnya.

Sementara itu Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, untuk bahan pokok saat ini pembeliannya oleh masyarakat dibatasi, salah satunya adalah beras, yakni hanya boleh 10 Kg.

“Tapi masyarakat tidak usah panik, jangan sekali-kali membuat isu hoax, bagi yang membuat hoax maka akan diproses. Sudah ada satu orang yang dimasukan ketahanan yaitu anak SMP,” ujarnya.

iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com