SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPRD Soroti Jadwal Sembako Murah

  • Reporter:
  • Selasa, 5 November 2019 | 15:20
  • Dibaca : 74 kali
DPRD Soroti Jadwal Sembako Murah
Warga Nongsa mengantre sembako murah di bazar sembako murah digelar Pemko Batam, kemarin. f dok pemko batam

BATAMKOTA – DPRD Kota Batam menyoroti jadwal pembagian sembako murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Pendistribusian bahan pokok tersebut sering dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengambil simpatisan masyarakat menjelang pemilihan umum. Apalagi tahun 2020 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam.

Anggota Komisi II DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan, pihaknya sedari awal tidak menyetujui program sembako murah ini. Menurut dia, program tersebut tidak lagi sesuai dengan tujuannya semula yaitu, untuk meringankan beban masyarakat saat kondisi perekonomian sedang lesu.

“Dulu janjinya pasar murah untuk jelang Lebaran dan Natal serta Tahun Baru saja. Tapi kemarin program tersebut malah dibagikan saat-saat menjelang pemilu,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disperindag Kota Batam di DPRD Batam, Senin (4/11).

Udin juga menyoroti pengajuan kuota paket sembako murah yang diajukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 sebanyak 192 paket dari 128 paket pada tahun ini.

“Total biaya yang diajukan sekitar Rp11 miliar dalam APBD. Masyarakat membeli paket yang berisikan beras, minyak goreng dan gula dengan harga sekitar Rp57 ribu per paket. Lalu ke mana uang dari pembelian ini. Karena tidak ada dalam laporan APBD kemarin,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman menambahkan, pihaknya merasa ada keraguan pendistribusian sembako murah yang dilakukan pemerintah daerah karena tidak tepat sasaran. Disperindag Batam diminta agar melibatkan DPRD Batam saat melakukan pendistribusian sembako murah.

“Kalau saya boleh minta izin sama Pak Kadis untuk minta data penerimanya. Kami bukan tidak percaya, tapi agar program tepat sasaran,” katanya.

Ia menyarankan agar pendistribusian sembako murah selain Lebaran dan Natal dilakukan di Pasar TPID yang berada di Grand Niaga Mas Batam Centre. Hal tersebut dilakukan untuk mengenalkan keberadaan pasar tersebut kepada masyarakat.

“Selain itu sebagai sosialisasi kepada masyarakat. Dan juga agar distributor yang ada di pasar tersebut dilibatkan dalam program sembako murah ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Batam, Yunus Muda. Ia mengatakan, pembagian sembako murah yang dilakukan oleh pemerintah daerah rentan dimanfaatkan saat musim pemilu. Pihaknya berharap pembagian sembako murah tahun depan dilakukan pada Mei atau Juni 2020 karena antar Agustus dan September mulai kampanye.

“Pembagian sebelumnya itu memang dilakukan sebelum kampanye. Tapi kupon sudah beredar di mana-mana. Memang lincah kali dia. Kalau tahun depan pelaksanaan tidak sesuai kesepakatan, akan saya stop nanti di lapangan,” kata Yunus.

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan, pelaksanaan sembako murah tahun depan akan dibagi dalam empat sesi. Pertama sembako murah TPID dilakukan pada Januari dan Februari, kedua saat menjelang Lebaran, ketiga sembako TPID dan terakhir menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Anggaran yang kita ajukan sekitar Rp107 ribu per paket dalam APBD. Tapi yang dijual kepada masyarakat dengan Harga Rp50 ribu. Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp57 ribu,” kata Gustian.

Ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembagian kupon kepada masyarakat. Karena pendataan warga yang mendapatkan kupon dilakukan oleh perangkat RT dan RW di masing-masing kecamatan.

“Ke depannya kami akan menggandeng RT dan RW untuk mendata masyarakat. Kami juga akan melaksanakan program ini sesuai kesepakatan bersama,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com