SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Anak Tenggelam di Pantai Batu Kasah

  • Reporter:
  • Kamis, 3 Januari 2019 | 09:39
  • Dibaca : 151 kali
Dua Anak Tenggelam di Pantai Batu Kasah
Anak-anak sedang bermain di bibir Pantai Batu Kasah, kemarin. f sholeh ariyanto

NATUNA – Dua anak tenggelam saat berenang di Pantai Batu Kasah Kecamatan Bunguran Selatan, kemarin. Kedua anak yang merupakan warga Pering Kecamatan Bunguran Timur tersebut terseret arus pantai dan berhasil diselamatkan Basarnas dan masyarakat sekitar.

“Sore itu ombak memang besar, selain korban ada juga pengunjung yang berenang saat itu,” kata Sholeh, salah satu pengunjung.

Ia mengatakan, kedua anak tersebut dalam kondisi lemas dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan pertolongan medis. “Keduanya selamat, semoga kejadian ini jadi perhatian kita semua,” katanya.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto meminta agar para orang tua, pemilik dan pengurus objek wisata untuk lebih waspada dan memperhatikan keselamatan saat berada di bibir pantai. Terlebih saat cuaca ekstrem yang terjadi sekarang ini.

“Kepada masyarakat, para orang tua, pemilik atau pengurus tempat wisata pantai untuk mengutamakan faktor keselamatan. Apalagi saat cuaca yang ekstrem sekarang ini,” katanya.

Menurut dia, jika pengelola atau pemilik tempat wisata pantai tak bisa menjaga dan memperhatikan faktor keselamatan warga atau pengunjung, lebih baik tempatnya ditutup sementara. “Hal ini supaya tak ada korban. Ya kalau tak bisa memberikan rasa aman bagi warga lebih baik tempat wisata pantai ditutup untuk sementara,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik sekaligus pengelola wisata Pantai Batu Kasah, Abdillah, mengaku jika pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengunjung baik melalui spanduk dan pengeras suara (soundsistem) untuk tidak bermain atau berenang di pantai.

“Karena cuaca sedang buruk dan gelombang serta arus laut sangat kencang saat ini. Imbauan untuk keselamatan sudah kita sampaikan. Peringatan cuaca burukpun juga sudah kita kasih tahu,” katanya.

Meskipun ada kecelakaan di tempat wisata itu, pihaknya akan tetap membuka untuk umum dan selalu berkoordinasi dengan pihak Polairud Polres Kabupaten Natuna dan Basarnas Kabupaten Natuna.

“Ya, tetap kita buka. Hanya saja pengumuman dan imbauan untuk keselamatan akan kita tingkatkan. Pengawasan juga akan ditingkatkan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG) Stasiun Ranai merilis gelombang laut diperairan Natuna bagian Utara berpotensi antara 4 meter hingga 6 meter.

“Berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, pada jam 07.00 WIB tanggal 1 hingga 6 Januari 2019 teridentifikasi adanya peningkatan tekanan udara di dataran Asia. Tinggi gelombang di perairan Natuna bagian Utara dan laut Cina Selatan berkisar 4 hingga 6 meter,” ungkap prakirawan BMKG stasiun Ranai, Asrull Asparuddin.

Selain itu, kata dia, juga terpantau bibit siklon 97W dengan kecepatan angin maksimum bekisar 20 hingga 25 knots. Bahkan disertai hujan dari intensitas sedang hingga lebat.

“Diwilayah Natuna juga berpotensi terjadinya siklon tropis dalam 24-48 jam kedepan. Di mana kecepatan anggota angin berkisar 25 hingga 50 kilometer perjam. Artinya potensi angin kencang dan hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Natuna,” katanya. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com