SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Kasus OTT Karimun Menggantung

  • Reporter:
  • Senin, 7 Januari 2019 | 09:39
  • Dibaca : 123 kali
Dua Kasus OTT Karimun Menggantung
ilustrasi

KARIMUN – Dua kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Karimun yang ditangani Tim Saber Pungli Polres Karimun masih menggantung di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun. Kasus tersebut sudah beberapa kali dilimpahkan ke Kejari dan belum juga dinyatakan lengkap untuk disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Karimun. Padahal, kasus tersebut sudah berjalan sekitar setahun.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Andriansyah mengatakan, terhadap berkas perkara OTT yang melibatkan seorang pegawai PLN dan staf pertanahan Kecamatan Kundur tersebut masih menunggu kelengkapan berkas penyidikan dari Polres Karimun.

“Kemarin sudah dilimpahkan. Namun P19 karena ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi. Saya masuk, berkas tersebut sudah berada di Polres kembali untuk dilengkapi dan kita masih menunggu,” kata Andriansyah, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan ekspos perkara untuk memberikan petunjuk- petunjuk agar penyidik dapat melengkapi berkas- berkas yang belum lengkap, sehingga segera dapat dilimpahkan dan disidangkan.

Kepala Tim Saber Pungli Kabupaten Karimun Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, pihaknya masih belum melengkapi beberapa berkas yang dibutuhkan jaksa. Namun demikian, pihaknya tetap terus melakukan koordinasi bersama kejaksaan untuk dapat segera melengkapi berkas tersebut.

“Kasus tetap bergulir. Kita telah melimpahkan ke kejaksaan namun masih ada berkas yang dibutuhkan untuk melengkapi penyidikan. Kita terus berusaha agar ini cepat selesai dan dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Adapun dua perkara OTT yang belum selesai tersebut, di antaranya kasus pungli yang dilakukan pegawai PLN berinisial HT (29) dengan modus pembayaran uang denda yang diamankan 13 Januari 2018 lalu. Saat itu, HT tertangkap tangan menerima amplop berwarna cokelat yang berisikan uang Rp15 Juta dari pelanggannya yang terkena denda pemindahan meteran listrik.

Perkara kedua, yakni pungutan liar yang dilakukan oleh SA (38) Staf Pertanahan Kecamatan Kundur. Ia diamankan atas dugaan melakukan pungli dengan modus penerbitan dokumen registrasi tanah. Ia ditangkap saat menerima uang pengurusan penerbitan dokumen registrasi tanah dari dua orang warga Kecamatan Kundur sebesar Rp7 juta. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com