SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Kurir Narkoba Terancam Hukuman Mati

Dua Kurir Narkoba Terancam Hukuman Mati
Dua terdakwa kurir narkoba, Edo dan Idrizal dibawa petugas ke ruang sidang PN Tanjungpinang, Senin (27/3). Keduanya berharap majelis hakim memberi hukuman seringan-ringannya. Foto Joko Sulistyo.

PINANG – Idrizal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), lebih banyak memandang lantai saat mengikuti sidang dengan agenda pembacaan peloi atau pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (27/3) pukul 15.00. Sesekali, kedua terdakwa kasus penyelundupan narkoba, 72 kilogram (kg) sabu dan 88.273 butir ektasi itu menghela napas panjang.

Siang itu, mereka didampingi pengacaranya, Achmad Safaat dan Ferdian Mahzan. Air mata Idrizal dan Edo akhirnya jatuh saat mulai membacakan pledoi masing-masing. Di belakang kursi pesakitan, keluarga mereka juga tak kuasa menahan tangis.

“Kami sangat berharap belas kasihan bapak-bapak. Saya tidak pernah mengonsumsi narkoba, apalagi menjual barang haram tersebut,” ujar Idrizal sambil menangis.

Ia menangkupkan kedua telapak tangannya, mengarah kepada majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, didampingi hakim anggota Santonius Tambunan dan Acep Sofian Sauri.

Idrizal mengatakan, ia adalah tulang punggung keluarga, harus menafkahi istri dan juga membantu orang tuanya. Saat ini, istrinya masih kuliah.

“Saya mohon, pertimbangkan hukuman yang diberikan kepada saya,” katanya. Hal senada juga disampaikan Edo.

Edo mengaku menyesal atas perbuatannya membawa narkoba. “Saya sangat berharap majelis hakim mengasihani saya, berikanlah saya hukuman seringan-ringannya,” kata dia.

Adapun pengacara mereka, menyampaikan permohonan kepada majelis hakim agar menerima pledoi terdakwa secara keseluruhan. Menurut Achmad Safaat dan Ferdian, kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar dakwaan primer Pasal 11A ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 dan subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka meminta majelis hakim membebaskan kedua terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta membebaskan keduanya dari tahanan.

“Kedua terdakwa tidak terbukti bersalah,” ujar Safaat.

Safaat juga meminta majelis hakim menyerahkan barang bukti yang disita dalam perkara ini kepada yang berhak darimana barang tersebut disita. Kemudian, mengembalikan dan merehabilitasi nama baik terdakwa, dan membebankan biaya yang timbul selama persidangan kepada negara.

“Dan apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” ujar Safaat.

Usai pembacaan pledoi terdakwa, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo kemudian menutup sidang untuk dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Pada sidang sebelumnya, JPU Haryo Nugroho dan RD Akmal mengatakan, kedua terdakwa sudah empat kali melakukan menjadi kurir narkoba, hingga ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bengkel Taya Ban Tanjungpinang, 4 Agustus 2016.

Pada penangkapan itu, petugas mendapatkan barang bukti 9.329,2 gram sabu dan 34.170 butir ekstasi dari tangan Idrizal. Sedangkan dari Edo, petugas menemukan 20.641,2 gram sabu dan 14.524 butir ekstasi, ditambah 12.237 gram sabu, 39.579 butir ekstasi dan 30.909,8 gram sabu. Total narkoba yang diamankan dari kedua terdakwa adalah, 72 kg sabu dan 88.273 butir ekstasi.

Menurut JPU, kedua terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan pemufakatan jahat membawa narkotika golongaan 1 bukan tanaman melebihi 5 gram, melanggar Pasal 114 Ayat 2 JO Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta majelis hakim untuk menjatuhi hukuman kepada kedua terdakwa dengan hukuman mati,” ujar Haryo.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com