SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Tahun Kasus Mangkrak, Komisaris PT SGA Datangi Polres Barelang

  • Reporter:
  • Jumat, 6 September 2019 | 11:47
  • Dibaca : 162 kali
Dua Tahun Kasus Mangkrak, Komisaris PT SGA Datangi Polres Barelang

BATAM – Komisaris PT Solomon Global Asia (SGA) Tjandra mempertanyakan proses hukum laporan polisi atas penyerebotan lahan milik perusahaannya dengan terlapor AT yang juga Direktur PT Manggala Wahana Energitama (MHE).

Tjandra mengatakan, MHE dinyatakan sudah kalah kedua kalinya oleh Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang namun laporan polisi dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : LP-B/1088/VIII/2017/KEPRI/SPK-Polresta Barelang pihak PT SGA yang pernah mengadukan dan melaporkan tindakan penyerobotan lahan pada Sabtu 12 Agustus 2017 pukul 17.41 WIB di Jalan Brigjen Katamso Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji hingga kini mangkrak di Unit 3 Satreskrim Polresta Barelang.

“Kami sudah gerah atas kinerja unit 3 Satreskrim Polresta Barelang yang menangani kasus penyerobotan lahan milik perusahaannya,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, AT sudah dilaporkan ke Polresta Barelang dalam perkara penyerobotan lahan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP-B/1088/VIII/2017/KEPRI/SPK-Polresta Barelang.

“PT SGA mengadukan dan melaporkan tindakan penyerobotan lahan pada Sabtu 12 Agustus 2017 pukul 17.41 di Jalan Brigjen Katamso Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji,” ujarnya.

Dia menyebutkan, lahan miliknya hingga kini menjadi gundul akibat ada pekerjaan ilegal pengerukan tanahnya di lahan yang dikerjakan oleh PT MHE.

“Lahan milik perusahaan sudah gundul oleh MHE dan ini akibat pembiaran perkara laporan polisi yang kami buat tidak ada tindak lanjut baik dari Polres Barelang maupun Polda Kepri,” ujarnya.

Dirinya sebagai warga negara menuntut haknya untuk mendapatkan pelayanan hukum yang adil bukan dibiarkan begitu saja hingga dua tahun berlalu hingga saat ini.

“Dua tahun sudah berlalu tidak ada perkembangan namun tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Sementara itu penyidik Polres Barelang Brigadir Soni yang menangani perkara kasus tersebut mengatakan masih menunggu proses untuk memeriksa dari BP Batam bagian evaluasi untuk pemanggilan namun mereka dipanggil tidak datang.

“Masih proses tinggal meriksa dari BP Batam bagian evaluasi sudah dipanggil tidak datang dan rencana mau dipanggil lagi orangnya,” ujarnya.

Sebelumnya AT dianggap telah melakukan kegiatan ilegal melakukan cut and fill. Direktur PT SGA Oey Jan Ka alias Yandi Winardi pihak PTUN Tanjung Pinang menyatakan incraht dan memberikan keputusan Pengadilan PT SGA sebagai pemilik lahan di Jalan Brigjen Katamso Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji tersebut.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com