SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua WNA Masuk Indonesia Lewat Jalur Tikus

  • Reporter:
  • Sabtu, 27 April 2019 | 10:13
  • Dibaca : 156 kali
Dua WNA Masuk Indonesia Lewat Jalur Tikus

KARIMUN – Tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun mengamankan speedboat tanpa nama yang membawa dua Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Jumat (26/4) dinihari.

Selain WNA, petugas juga amankan dua warga Kabupaten Karimun yang bertindak sebagai Tekong dan ABK kapal yang menjemput para WNA untuk masuk ke Indonesia.

Penangkapan terhadap Speedboat tanpa nama itu berawal dari Informasi diterima Lanal Tanjungbalai Karimun terkait adanya kapal pembawa TKI Ilegal yang akan melintasi perairan Karimun.

Dari informasi itu, selanjutnya petugas langsung bergerak ke lokasi diinformasikan. Sekira pukul 02.10, Tim F1QR yang melakukan pemantauan mendeteksi secara visual tehadap satu speerdboat yang mencurigakan melintas di sekitar perairan Karimun Anak.

Petugas selanjutnya langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu unit speedboat tanpa nama bermesin 18 PK.

“Anggota langsung melakukan pemeriksaan. Diatas kapal ditemukan 4 orang, dua diantaranya merupakan WNA asal Malaysia dan dua lainnya WNI,” ujar Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro ketika memimpin Press Rilis di Posal Leho Kelurahan Teluk Uma, Jumat (26/4).

Adapun empat orang diatas speedboat tanpa nama itu diantaramya Afrizal (32) selaku Tekong, Khairul (33) ABK Kapal dan dua Warga Negara Malaysia atas nama Mohd Anzulami (33) asal Kuala Lumpur dan Rusli (45) asal Selangor, Malaysia.

Setelah diperiksa lebih lanjut terhadap empat orang tersebut, petugas menemukan alat hisab sabu (bong) diatas kapal tersebut. Dari hasil interogasi, diketahui ternyata tekong dan ABK speedboat baru selesai memakai sabu-sabu di Malaysia.

“Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun, tekong dan ABK speedboat positif narkoba. Sementara kedua pemumpang warga Negara Malaysia negatif,” kata Catur.

Petugas kemudian membawa tekong, ABK, kedua penumpang beserta barang bukti bong ke Posal Leho yang terletak di Kecamatan Tebing. Selanjutnya mereka akan dilimpahkan ke pihak Imigrasi untuk Keimigrasiannya dan ke BNNK Karimun atau Polres Karimun untuk kasus narkoba.

“Kita belum ada menemukan adanya penumpang membawa sabu- sabu. Hanya dua orang Malaysia itu yang kita diketahui mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” katanya.

Danlanal Karimun mengatakan, modus digunakan tekong sama seperti kasus penangkapan 3 kapal pembawa TKI sebelumnya. Mereka berpura- pura menangkap ikan atau menjadi nelayan dan kemudian menjemput WNA tersebut.

“Mereka berpura-pura sebagai nelayan. Mungkin ada yang ingin menyebrang kemudian mereka menjemput dan dibawa masuk ke Karimun,” ujarnya.

Terhadap kasus ini, saat ini masih didalami. Termasuk adanya hubungan hasil penindakan dengan penyelundupan barang-barang terlarang.

“Kemungkinan itu yang akan kita dalami. Terkait kemungkinan apakah termasuk ke dalam sindikat narkoba. Kita ketahui Karimun yang berbatasan dengan negara lain sangat rawan,” katanya.

Dari pengakuan dua WNA asal Malaysia itu, Danlanal mengatakan, alasan mereka masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi dikarenakan dokumen keimigrasian mereka dicekal. Adapun tujuannya ke Karimun, hanya sebagai tempat transit untuk menuju Kalimantan bertemu istrinya.

“Pengakuannya, mereka ada istri di Kalimantan, namun kita masih menelusuri. Mereka mengaku masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi disebabkan dokumen keimigrasian mereka dicekal,” katanya.

Alasan tersebut dibenarkan kedua WNA tersebut saat ditemui awak media. Mereka mengaku ingin pergi ke Kalimantan bertemu istrinya.

“Kami berdua ini punya hubungan ipar, jadi ingin kembali ke Singkawang Kalimantan Barat bertemu istri-istri kami. Mau menggunakan paspor tetapi tidak bisa digunakan karena dicekal karena suatu masalah,” kata Rusli salah satu WNA.

Ia mengaku, sudah lama tidak bertemu istrinya, dikarenakan hal itu mereka nekat melalui jalur tidak resmi untuk masuk ke Indonesia.

“Kita bayar 2000 ringgit sampai ke Karimun. Dijemput sama mereka untuk sampai Karimun saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimu Darmunansyah mengatakan, twrkait oenanganan WNA tersebut, pihaknya masing menunggu pelimpahan dari Lanal Karimun.

“Kita tunggu pelimpahan, kemungkinan beaar ada dua kemungkinan kita lakukan terhadap dua WNA ini. Apabila mereka bisa menunjukkan dokumen- dokumen mereka, mungkin kita lakukan pencekalam terhadap mereka agar tidak bisa masuk Indonesia, apabila tidak ada bisa dikenai pidana sesuai UU Keimigrasian,” katanya.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com