SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dugaan Korupsi DAK 2017 Rp8,6 Miliar, Syahrul Panggil Kadisdik Tanjungpinang

  • Reporter:
  • Selasa, 13 November 2018 | 09:06
  • Dibaca : 128 kali
Dugaan Korupsi DAK 2017 Rp8,6 Miliar, Syahrul Panggil Kadisdik Tanjungpinang
ilustrasi

PINANG – Wali Kota Tanjungpinang Syahrul kaget mendapat informasi dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang yang sedang dibidik Kejaksan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 itu diperkirakan menelan anggaran Rp8,6 miliar.

“Saya belum terima laporannya, nanti kita akan cek dulu, kita panggil Pak Kadisdik (Kepala Disdik Tanjungpinang),” kata Syahrul di Kantor DPRD Tanjungpinang, Senin (12/11).

Syahrul mengaku hingga saat ini Kepala Disdik Tanjungpinang Huzaifa Dadang AG belum melaporkannya. Dia bahkan mengaku belum mengetahui para guru SD dan SMP yang mengetahui aliran DAK itu telah dipanggil penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang dalam sebulan terakhir.

“Kalau dipanggil dalam tiga minggu belakangan tidak mungkin karena saya dua minggu lalu sama Kajari Tanjungpinang. Saya panggil dulu Pak Kadisdik baru jelas semuanya,” ujar Syahrul.

Sementara itu, Kepala Disdik Tanjungpinang hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pembangunan ruang kelas SD dan SMP di Disdik Tanjungpinang. Untuk diketahui, sebulan terakhir, sejumlah Kepala SD dan SMP, serta pejabat dinas sudah diperiksa penyidik. “Masih terus kami selidiki,” ungkap Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam didampingi Kepala Seksi Pidsus Kejari Tanjungpinang Budi Sastera, Jumat (9/11).

Kejaksaan mencium indikasi korupsi dalam pelaksanaan pembangunan ruang kelas dan sarana prasarana SD dan SMP dengan total anggaran pembangunan senilai Rp8,6 miliar dan bersumber dari DAK lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tanjungpinang 2017. Pengguna anggarannya adalah Dinas Pendidikan Tanjungpinang. Hanya saja, Kejaksaan belum mau membeberkan substansi pemeriksaan termasuk mengungkap jumlah anggaran yang dikorupsi dengan alasan masih dalam tahap penyelidikan.

“Tetap kita lanjutkan (penyelidikan). Sekarang masih tahap penyelidikan, jadi belum bisa disampaikan substansinya,” sambung Ahelya.

Kejaksaan menolak menyebut siapa saja yang sudah dimintai keterangan, termasuk jumlah yang sudah dipanggil dan bertemu penyelidik. Ahelya menyatakan dalam tahap penyelidikan saat ini belum tepat membeberkan lebih rinci perkara dugaan korupsi itu. Hanya saja dia menyebut pemeriksaan yang dilaksanakan Pidsus sejauh ini terkait DAK 2017 di Dinas Pendidikan Tanjungpinang. Ahelya menjamin Kejaksaan serius menangani perkara itu.

“Yang jelas kami serius menangani kasusnya. Kalau tidak serius, enggak akan dinaikkan kasusnya,” ungkap Ahelya.

Selain itu, Ahelya menuturkan, Kejari juga membidik kasus-kasus korupsi lain. “Kejari Tanjungpinang akan menyikat semua pelaku tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Kalau ada informasi kami akan selidiki semuanya,” sambung dia.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com