SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dugaan Korupsi Pelabuhan Dompak, Kejari Terima Pelimpahan Berkas Abdulrahim

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Juli 2019 | 15:17
  • Dibaca : 76 kali
Dugaan Korupsi Pelabuhan Dompak, Kejari Terima Pelimpahan Berkas Abdulrahim

PINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menerima pelimpahan berkas tersangka Abdurrahim Kasim Direktur Utama PT Karya Tunggal Mulya Abadi dari penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, Rabu (10/7).

Abdurrahim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek lanjutan Pelabuhan Dompak. Setelah pemeriksaan selesai, tersangka kemudian dijebloskan jaksa penuntut umum ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang.

“Benar kita sudah terima pelimpahan tersangka (Abdurrahim) dari penyidik Polres Tanjungpinang dalam perkara dugaan korupsi Pelabuhan Dompak,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah.

Penyerahan tersangka dan barang bukti langsung diterima jaksa yang menangani perkaranya Nolly Wijaya. Setelah berkas diterima dan diperiksa, tersangka ditahan di Rutan Tanjungpinang selama 20 hari ke depan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

“Tersangka langsung diantar ke Rutan Tanjungpinang,” ujar Rizky.

Dikatakannya, dalam perkara ini pasal yang disangkakan kepada Abdurrahim adalah Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31/1999 Jo UU No 20/2001 tentang perubahan UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Barang bukti masih melekat dengan dua terdakwa sebelumnya (Hariyadi dan Berto),” ujar dia.

Terpisah, Kepala Pengamanan Rutan Tanjungpinang Fajar Teguh Wibowo membenarkan adanya penahanan terhadap Abdurrahim. Dia menuturkan, setelah diserahkan tersangka langsung ditempatkan di blok Penyegat (blok khusus tahanan tipikor).

“Iya, tadi kita sudah terima penahanan yang bersangkutan. Saat ini jumlah tahanan di blok penyengat sebayak 27 orang,” kata Fajar.

Jumlah kerugian negara dalam perkara ini masih mengacu kepada dua terpidana Hariyadi dan Berto Riawan yang baru-baru ini divonis majelis hakim di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Seperti diketahui, terdakwa Hariyadi dan Berto Riawan divonis selama 6 tahun 6 bulan dan 6 tahun penjara dalam perkara korupsi proyek pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (2/7). Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com