SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dukun Palsu Tipu Korban Rp1 Miliar, Gasak Uang, Emas dan Mobil

  • Reporter:
  • Selasa, 16 Oktober 2018 | 12:41
  • Dibaca : 238 kali
Dukun Palsu Tipu Korban Rp1 Miliar, Gasak Uang, Emas dan Mobil
Dua dukun palsu yang melakukan penipuan Rp1 miliar diamankan di Mapolresta Barelang, kemarin. f romi kurniawan

BATAM KOTA – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang mengamankan dua sejoli Catur Dewi Riani (39) dan Arnold Sianses (43) yang merupakan pelaku penipuan dengan modus dukun medis. Pelaku mengasak uang korban mencapai Rp1 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, kedua tersangka diamankan pada Minggu (14/10) ditempat yang berbeda. Satu pelaku diamankan di salah satu hotel di kawasan Seraya, dan satu lagi di perumahan kawasan Batam Centre.

“Kedua pelaku melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi dukun medis yang menyembuhkan sakit kena guna-guna. Pelaku menipu korban dengan meminta biaya untuk proses pengobatan,” ujarnya, Senin (15/10).

Andri menjelaskan, para pelaku sudah melakukan penipuan selama satu tahun kepada seorang korban yang merupakan guru sekolah. Karena tidak sembuh dan uang sudah habis, korban langsung melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

“Dalam aksi pelaku, ia mengaku bahwa anak korban diguna-guna dan sering kesurupan sehingga harus diobati,” kata Andri.

Dalam aksinya, pelaku terus membuat korban yakin bahwa anak korban terkena guna-guna. Pelaku menguras uang korban, sebab kartu ATM dan buku tabungan korban dipegang oleh pelaku Dewi. Tak hanya uang dan tabungan, mobil dan emas milik korban juga dijual pelaku dan hasilnya dinikmatinya bersama Arnold.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka bukan suami istri, tapi hanya teman dekat,” kata Andri.

Ia mengatakan, total kerugian korban hingga kini masih dihitung berapa nominal keseluruhan. Namun, ia memperkirakan berjumlah Rp 1 miliar lebih, baik uang tunai, maupun mobil dan emas yang dijual pelaku.

“Pelaku sudah sering melakukan penipuan. Ada sekitar 5 laporan penipuan yang dilakukan pelaku,” katanya.

Menurut Andri, modus yang dilakukan pelaku adalah modus lama, di mana pelaku berpura-pura bisa mengobati korban tapi dengan banyaknya permintaan yang harus dipenuhi. Sehingga, korban menuruti apa kata pelaku.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak langsung percaya, karena banyak modus penipuan yang dilakukan para pelaku untuk meraup untung dari korban,” ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com