SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dunia Terbalik

  • Reporter:
  • Minggu, 4 Maret 2018 | 12:36
  • Dibaca : 278 kali
Dunia Terbalik

MANCHESTER–Musim lalu, dunia serasa menjadi milik Antonio Conte. Di musim pertama, dia menjadi perbincangan karena berhasil membawa Chelsea menjadi juara sekaligus memberikan tren baru dalam formasi sepak bola Inggris.

Menggunakan formasi 3-5-2, Conte berhasil membuat Pep Guardiola yang baru saja mendarat di Inggris bersama Manchester City (Man City) gigit jari. Reputasi Guardiola sebagai pelatih jenius yang dibangun bersama Barcelona dan Bayern Muenchen sedikit meredup karena semua membicarakan Conte.

Musim ini, dunia sedang terbalik. Gilir an Guardiola yang berkibar dengan timnya. Mengunci Piala Liga, melang kah ke babak 16 besar Liga Champions, dan tinggal hitungan pekan bakal mengunci gelar Liga Primer membuat orang kembali memujinya.

Sementara Conte harus sibuk menepis isu pemecatan dalam setiap sesi jumpa pers karena The Blues terlihat berantakan. Menempati peringkat 5 klasemen sementara Liga Primer dan tersingkir di Piala Liga membuat mantan pelatih Juventus dan tim nasional Italia itu tak pernah kering dari pertanyaan kapan diganti.

Nah, dini hari nanti, keduanya akan bertemu di Stadion Etihad. “Saya pikir Conte telah memberikan sesuatu kepada sepak bola Inggris, mung kin orang-orang tidak menya dari,” kata Guardiola, kepada wartawan. Menurutnya, Conte sudah memperkenal kan cara lain menyerang dengan lima pemain belakang, sebuah sistem berbeda.

Arsenal bahkan sampai perlu meniru apa yang dilakukan Conte. “Se cara taktis, dia adalah seorang master. Dia melakukannya dengan luar biasa bersama timnas Italia dan saat di Juventus,” tandasnya. Secara matematis, Man City hanya bu tuh lima kemenangan lagi untuk men dapatkan gelar.

Memiliki keunggulan 16 poin, David Silva dkk kemungkinan sudah mengunci gelar juara pada 15 April mendatang saat melawan Tottenham Hotspur. Meski begitu, Guardiola mengungkapkan belum puas dengan penampilan Silva dkk. Deret positif termasuk dua kemenangan atas Arsenal di Piala Liga dan lanjutan Liga Primer tak berarti tim nya sempurna.

Masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Guardiola mengatakan, saat kembali berlatih, dia akan menunjukkan kepada pemain apa yang terjadi dalam 10 menit terakhir babak pertama melawan Arsenal dan 20 menit pertama babak kedua. Dia menilai timnya kehilangan kendali terlalu banyak karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

“Jika itu terjadi di Liga Champions, kami sudah tersingkir karena tidak bisa berpikir kami sem purna. Anda selalu ha rus memiliki sesuatu untuk membiar kan pemain tahu kami tidak cukup baik,” tutur pelatih yang sudah menjalani 100 laga bersama The Citizens itu. Terbalik dengan Man City, perjalanan The Blues tak semulus musim lalu.

Mandulnya Alvaro Morata, penam pilan Eden Hazard yang tidak konsisten, barisan belakang yang mudah kecolongan saat sudah unggul atas lawannya merupa kan kendala yang dialami Chelsea. Laga melawan Barcelona di Liga Champions dan Manchester United (MU) akhir pekan lalu adalah contoh nya.

Melawan Barca, The Blues sudah unggul 1-0 sebelum disamakan men jadi 1-1. Menghadapi MU, juga sama, bah kan Chelsea harus menyerah 1-2. Melawan Man City, The Blues butuh pe nampilan sempurna di semua lini. Tidak boleh lagi terjadi kecerobohan seperti pada pertemuan pertama saat menyerah 0-1 lewat gol Kevin de Bruyne dari luar kotak penalti.

“Sekarang ini mereka seperti tak bisa dihentikan. Sulit menemukan kelemahan Man City,” kata Conte, dikutip BBC . Menurut Conte, Man City menjadi kuat pada musim ini karena memiliki tiga faktor pendukung yang membuat sebuah tim bisa dominan.

Pertama, uang.

Kedua, pelatih berkualitas.

Ketiga, ketiga ambisi.

“Man City memiliki kemampuan mengeluarkan banyak uang. Jika bisa menggabungkan, manajer yang bagus, mengeluarkan banyak uang di bursa transfer dan solid, hasil terlihat seperti sekarang,” tandas mantan pelatih Juventus dan timnas Italia tersebut.

Pada perkembangan lain, Man City mendapat denda 50 ribu poundsterling menyusul keributan setelah laga melawan Wigan di putaran keempat Piala FA. Pada laga yang berujung pada kekalahan Man City tersebut, pemain dan ofisial The Citizensmelakukan tindakan agresif. Semua dipicu kartu merah yang diterima Fabian Delph.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com