SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Empat Jenderal Jajal Sukhoi

  • Reporter:
  • Kamis, 21 Desember 2017 | 16:32
  • Dibaca : 200 kali
Empat Jenderal Jajal Sukhoi

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan Brevet Wings kehormatan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi sebagai kehormatan dari TNI AU dengan menjajal sensasi pesawat tempur Sukhoi SU-30, kemarin.

Hadi menjelaskan, tujuan utama dari pemberian Brevet Wings kehormatan ini adalah untuk menunjukkan soliditas antara TNI dan Polri. “Tujuan besarnya adalah kita ingin menunjukkan soliditas TNI dan Polri yang kita bina selama ini, kita pertahankan dan akan semakin kuat,” kata Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Ada empat pesawat Sukhoi SU-30MK2 dari Lanud Hasanuddin Makassar yang digunakan untuk membawa terbang keempat jenderal berbintang empat itu. Pesawat bernomor TS 3007, TS 3009, TS 3010, dan TS 3011 milik TNI AU. Kapolri Tito menggunakan pesawat TS 3009, sedangkan Panglima Hadi menggunakan pesawat bernomor TS 3007. Dua pesawat sisanya digunakan oleh KSAD dan KSAL. “Saya terbang membawa Kapolri, KSAD, dan KSAL. Beliau bertiga juga merasakan sensasi handling menggunakan pesawat Sukhoi,” papar Hadi.

Saat di udara, pesawat melakukan terbang formasi dengan formasi right echelon. Formasi di mana unit-unit pesawat diatur secara diagonal dan setiap unitnya ditempatkan di belakang dan di sebelah kanan. “Karena memang cuaca kurang bagus, jadi hanya exercise itu yang kita laksanakan. Rencananya mau kita laksanakan adalah exercise two v two. Exercise yang biasa kita lakukan apabila kita melaksanakan intercept pesawat-pesawat musuh,” jelasnya.

Menurut Hadi, jarak pandang saat mengudara cukup bagus, yaitu 4 kilometer. Ia pun bersyukur semua rencana dapat berjalan dengan baik walaupun dengan cuaca yang kurang bersahabat. “Saya yakin Kapolri, KSAD, dan KSAL merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi, terutama saat mendarat,” ungkap Hadi.

Hadi mengungkapkan sengaja tak memberi tahu ketiga koleganya tentang bagaimana cara pesawat tempur mengerem saat mendarat. Pesawat tempur saat mengerem menggunakan drag chute atau parasut yang berada di bagian buntut pesawat. “Semuanya saya yakin kaget semua,” kata Hadi.

Drag chute merupakan salah satu komponen yang ada di pesawat-pesawat tempur, berbentuk payung, dan terletak di ekor pesawat. Fungsinya menurunkan laju pesawat sesudah mendarat.

 

(r ratna purnama/sucipto/bona ventura/sindonews)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com