SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Empat Teroris Riau Jaringan Napiter

  • Reporter:
  • Kamis, 17 Mei 2018 | 09:06
  • Dibaca : 150 kali
Empat Teroris Riau Jaringan Napiter
ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah berencana menghidupkan kembali satuan elite TNI Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Usulan ini muncul setelah marak aksi terorisme yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Koopssusgab merupakan pasukan gabungan antiteror TNI yang berasal dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU. Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI. “Saya sudah laporkan kepada Presiden Joko Widodo dan beliau tertarik. Nanti kita akan bicarakan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,” kata Moeldoko di Kantor Wakil Presiden Jakarta kemarin.

Koopssusgab terdiri atas 90 prajurit terbaik dari Kopassus, Denjaka AL, dan Paskhas AU. Saat peresmian Koopssusgab tiga tahun lalu, pasukan gabungan tersebut diberi pelatihan dan pembinaan untuk dapat menyusun doktrin dan pemetaan terorisme sehingga ketika ancaman teror muncul, pasukan tersebut dapat diterjunkan dengan cepat.

Koopssusgab tersebut saat itu disiagakan di wilayah Sentul, Jawa Barat, untuk berlatih dengan status operasi. Dengan demikian, mereka bisa setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror. Namun, Moledoko mengatakan pasukan gabungan tersebut sudah dibekukan sehingga perlu persetujuan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali. “Sepertinya dibekukan. Perlu lapor lagi ke Presiden,” tambah Moeldoko.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto enggan memberi penjelasan ihwal penghidupan kembali Koopssusgab TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah marak kejadian aksi terorisme di Indonesia. “Ya, enggak usah itu namanya teknis, enggak bisa teknis kok dijelaskan kepada publik,” ujar Wiranto di kantornya.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, penghidupan kembali Koopssusgab TNI merupakan salah satu hal teknis. Karena itu, dia tidak ingin menjelaskan lebih lanjut demi keberhasilan pengamanan untuk menumpas terorisme. “Kalau dijelaskan bagaimana misalnya ada pencopet ‘oh saya akan menempatkan orang di sana, jadi tahu dia,” tandas Wiranto.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com