SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Enam Negara Akan Dukung Inggris Boikot Piala Dunia 2018

  • Reporter:
  • Kamis, 29 Maret 2018 | 16:41
  • Dibaca : 217 kali
Enam Negara Akan Dukung Inggris Boikot Piala Dunia 2018

Perhelatan Piala Dunia 2018 terancam batal digelar atau dipindah ke tempat lain. Itu bisa terjadi karena sebanyak tujuh negara peserta kabarnya berencana melakukan boikot dengan tidak hadir ke Rusia.

Semua ini buntut konflik politik antara Rusia dan Inggris yang dipicu upaya pembunuhan terhadap mantan mata-mata, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia. Keduanya ditemukan tidak sadarkan diri di kursi umum yang terletak di dekat pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu. Diduga, Skripal dan putrinya diracun yang dipercaya dibuat di Rusia. Ini membuat Pemerintah Inggris menuding Negeri Beruang Merah sebagai dalang. Alhasil, Negeri Ratu Elizabeth II meminta pertanggungjawaban dari Rusia. Rusia menolak tuduhan itu. Tapi, Inggris tetap dengan pendiriannya. Ini menyebabkan kisruh politik di antara keduanya semakin panas. Mereka bahkan sampai menarik sejumlah diplomat dan duta besar.

Ironisnya lagi, persoalan ini ikut merembet ke Piala Dunia 2018. The Three Lionsdikabarkan mengancam akan mundur sebagai peserta. Itu bukan sekadar gertakan. Menurut kabar yang beredar, para pejabat pemerintahan dan anggota Kerajaan Inggris memutuskan tidak akan datang ke Rusia. Pangeran William beserta sejumlah menteri sudah dipastikan akan tetap berada di Inggris. Bahkan, ada usulan agar timnas Inggris juga membatalkan partisipasinya di Piala Dunia 2018. Persoalannya, dampak konflik politik ini semakin luas. Sejumlah negara yang juga peserta Piala Dunia 2018 ikut bersimpati kepada Inggris. Mereka adalah Polandia, Islandia, Denmark, Swedia, Australia, dan Jepang.

“Sangat senang melihat ada – nya solidaritas dari para sekutu kami. Merupakan langkah tepat bagi pemerintahan kami untuk tidak membiarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin meman – faatkan Piala Dunia untuk kepentingannya sendiri,” ucap anggota Komite Dewan Luar Negeri Inggris Ian Austin, dilansir The Sun. Sebagai bentuk solidaritas terhadap Inggris, keenam negara tersebut juga mengancam bakal absen dari Piala Dunia 2018. Islandia secara terbuka akan terus memberi dukungan kepada Inggris terkait kasus peracunan Skripal dan putrinya. Artinya, Islandia pasti mengikuti apa yang akan dilakukan Inggris.

“Islandia akan tetap solidaritas dengan Inggris terkait serangan di Salisbury. Diskusi bilateral tingkat tinggi dengan Rusia tertunda. Itu membuat pemimpin dan pejabat Islandia memutuskan tidak akan hadir menyaksikan Piala Dunia (2018). Kami mendesak agar Rusia ikut membantu proses penyelidikan,” ucap Menteri Luar Negeri Islandia Gudlaugar Thor. Keputusan Islandia jelas cukup mengejutkan. Pasalnya, mereka berhasil mencatat sejarah dengan lolos kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kali. Terlebih tim berjuluk Strakarnir okkaritu lolos ke Rusia dengan menjuarai Grup I dan mencatat tujuh menang, satu imbang, serta dua kalah.

“Islandia untuk sementara menghentikan diskusi bilateral di level tertinggi dengan Rusia. Dengan demikian, perwakilan negara tidak akan menghadiri perhelatan Piala Dunia pada musim panas ini,” tutur Thor. Jika itu benar, akan ada tujuh negara yang batal mengikuti turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut. Jika berkurang sebanyak itu, tentu dapat menyebabkan perhelatannya ditunda atau dialihkan ke negara lain. Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Faktanya, Australia dan Denmark tergabung di Grup C. Jika mereka ikut boikot, yang tersisa hanya Prancis dan Peru. Sementara Islandia berada di Grup D bersama Argentina, Kroasia, dan Nigeria. Lalu, Swedia bercokol di Grup F yang juga dihuni Jerman, Meksiko, dan Korea Selatan.

Sementara Jepang dan Polandia menempati Grup H menemani Kolombia serta Senegal. Sementara Inggris masuk di Grup G bersama Tunisia, Panama, dan Belgia. Intinya, jika aksi boikot itu sampai terjadi, akan ada lima grup yang kekurangan anggota.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com