SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ester Irene Usir Stres Bersama Kucing Peliharaan

  • Reporter:
  • Kamis, 4 Mei 2017 | 10:15
  • Dibaca : 343 kali
Ester Irene Usir Stres Bersama Kucing Peliharaan

Kucing menjadi binatang peliharaan sejak berabad lalu. Selain menarik, kucing bisa menjadi obat paling ampuh untuk mengusir stres dan sepi. Ester Irene Djara bahkan punya 20 ekor di rumahnya.

Ester mengaku menyukai hewan berbulu ini sejak kanak-kanak. Di rumahnya kini ada 20 ekor kucing berbagai jenis dan ras, baik kucing lokal maupun kucing ras. Ada kucing Persia long hair, exotic, American curl, dan banyak lagi. Semuanya hidup satu atap bersamanya. Setiap waktu luang ia gunakan untuk bercengkerama dengan hewan peliharaanya itu.

“Sebenarnya dari kecil saya memang pecinta binatang. Tapi lebih suka dengan kucing,” kata Ester saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/5). Wirausawati Batam ini merasa mendapat kepuasan tersendiri bila melihat hewan peiharaannya.

Soal biaya perawatan, Ester mengaku tak pernah memikirkan jumlah uang yang harus dikeluarkan. Meski setiap bulannya bisa menghabiskan sekitar Rp3 juta untuk semua kucingnya. Karena bagi Ester, kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tapi telah menjadi bagian dari hidupnya.

Ester juga tidak pernah membedakan perlakuannya pada kucing-kucingnya, meski mereka berbeda-beda jenis. “Sama saja saya rawat kucing ini bersamaan. Mungkin cara perawatannya saja sedikit beda. Karena kalau kucing ras harus lebih sering dibersihkan,” katanya.

Merawat kucing, menurut Ester, terbilang mudah. Selain karena Ester sudah terbiasa, pendukung sarana dan prasarana pemeliharaannya pun gampang dicari. Semua sudah tersedia. Banyak pet shop yang menyediakan kebutuhan hewan peliharaan, begitu juga dengan makanannya.

Ester menegaskan, dibutuhkan komitmen dari pemilik untuk merawat hewan-hewannya dengan baik. Tak hanya biaya yang harus disiapkan, pemilik juga harus punya komitmen kuat untuk kesejahteraan kucing peliharaannya. Jangan sampai memelihara hewan hanya untuk pamer atau sekadar mengikuti tren. “Kalau tidak punya komitmen tentu akan sulit. Karena itu bagi saya, karena sudah hobi dan cinta, jadi tidak ada kesulitan,” ujarnya.

Tantangan terberat Ester adalah bagaimana agar kucing-kucingnya tetap sehat dan bulu-bulu tebalnya terawat. Sebab itu kebersihan lingkungan ruangan harus dijaga dengan mengatur suhu ruangan agar tetap sejuk. Rutin memandikan mereka juga seminggu sekali dengan shampo yang tepat supaya bulu-bulunya tetap halus dan lembut.

Kucing ras, kata dia, harus setiap saat dibersihkan di bagian matanya. Kucing berhidung pendek lebih sering mengeluarkan air mata. Bagian telinga juga harus dibersihkan dua kali seminggu untuk menghindari kutu. Secara rutin, kucing diberikan multivitamin agar daya tahan tubuh hewan ini tetap terjaga.

“Mandikan kucing minimal satu kali seminggu. Vaksin secara teratur juga yang terpenting. Dan selalu bersihkan tempat makan dan minum,” ujar Ester.

Melihat banyak kucing lokal terlantar di jalanan, Ester merasa prihatin. Selama ini, jika melihat kucing dalam kondisi seperti itu, ia langsung membawanya pulang dan merawatnya di rumah. Jika ada yang sakit, Ester periksakan ke dokter.

Di Batam, ada beberapa komunitas pecinta kucing yang telah resmi diakui secara international, seperti Indonesian Cat Assosiation (ICA) yang terbentuk pada 2012, Cat Lover Batam Kepri (CLBK), Batam Cat Lover (BCL), Cat Rescue Team (CRT), dan Batam Cat rescue. “Kami semua sama dan saling bekerja sama dalam melakukan kegiatan bakti sosial yang berhubungan dengan kucing,” kata Ester..

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com