SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

FKPD Kepri Dampingi Menkopolhukam Tinjau Perairan Natuna

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Januari 2020 | 16:02
  • Dibaca : 194 kali
FKPD Kepri Dampingi Menkopolhukam Tinjau Perairan Natuna
Plt Gubernur Kepri Isdianto, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Danrem 033/WP bertolak ke Natuna melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (14/1).

NONGSA – Menkopolhukam Mahfud MD direncanakan akan melakukan kunjungan kerja di Natuna, Rabu (15/1). Kunjungan Menkopolhukam ini juga beserta beberapa menteri terkait lainnya.

Untuk menyambut kedatangan Menkopolhukam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kepri yakni Plt Gubernur Kepri Isdianto, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Danrem 033/WP bertolak ke Natuna melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (14/1).

Dengan menggunakan pesawat TNI AL Cassa 212 MPA, rombongan bertolak pada pukul 16.00 ke Natuna. Dengan berisikan 12 penumpang, pesawat TNI AL ini diperkirakan tiba sekitar pukul 18.00.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, keberangkatannya beserta rombongan untuk menyambut rombongan menteri. “Iya, kami persiapan dalam penyambutan rombongan Menkopolhukam,” ujarnya.

Banyak pembahasan yang akan dilakukan di sana. Misalnya untuk pembahasan rencana penangkapan ikan di Perairan Natuna oleh nelayan Pantura yang belakangan menimbulkan protes dari dari nelayan setempat.

“Kalau masalah pengerahan nelayan daerah lain ke Natuna yang tidak disetujui nelayan lokal juga akan menjadi pembahasan,” ujarnya.

Menurut dia, penolakan tersebut sah-sah saja, namun pada masalah tersebut dirinya berharap agar nelayan lokal bisa bijak. Karena kita harus mempertimbangkan dari pada ikan hasil kekayaan laut Natuna diambil nelayan luar Indonesia lebih baik oleh nelayan Indonesia sendiri.

“Dari pada nelayan negara lain yang ambil, kita harus pertimbangkan lebih baik nelayan kita juga yang ambil ikan di sana sekaligus menjaga Perairan Natuna,” ujarnya.

Pihaknya juga akan membahas terkait keterbatasan alat tangkap dan hal lainnya bagi nelayan lokal yang mengakibatkan mereka tidak dapat maksimal melakukan penangkapan ikan disana. “Area tangkap di Natuna sangat luas, tapi alat tangkap nelayan kita kurang mumpuni,” ujarnya.

Dirinya akan menyampaikan hal tersebut pada pemerintah pusat agar diberikan bantuan alat tangkap dan pelatihan pelatihan mengenai penangkapan ikan.

“Kami akan bicarakan pada pemerintah pusat, kalau bisa nelayan lokal diberikan alat tangkap yang mumpuni dan pelatihan pelatihan, hal ini agar nelayan lokal bisa maksimal,” tutupnya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com