SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Foto dan Laporkan Angkot Nakal

  • Reporter:
  • Jumat, 21 Februari 2020 | 14:39
  • Dibaca : 324 kali
Foto dan Laporkan Angkot Nakal
Angkot Bimbar melintas di depan lokasi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Sri Wahyuni di Bukit Daeng, Mukakuning, Kamis (20/2). /ARRAZY ADITYA

SAGULUNG – Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri Kombes Pol Mujiono mengatakan, aparat kepolisian bersama instansi terkait akan rutin melakukan razia dan pengecekan kelayakan uji kendaraan, termasuk juga surat KIR angkutan umum di Batam. Hal ini menindaklanjuti seringnya kasus kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh angkutan umum.

“Apabila ditemukan adanya pelanggaran, kendaraan yang bersangkutan akan langsung dikandangkan,” ujarnya dalam rapat koordinasi tentang angkutan umum di RTMC Polda Kepri, Rabu (19/2).

Ia berharap kasus serupa seperti yang menimpa Sri Wahyuni di tanjakan Bukit Daeng, Mukakuning tak terulang kembali. “Kami dan jajaran akan melakukan penegakkan hukum secara tegas, dan kegiatan pencegahan kecelakaan lalu lintas bekerja sama dengan stakeholder,” katanya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart mengatakan, apabila ada ditemukan pelanggaran oleh angkutan umum, masyarakat diharapkan agar melaporkan ke kantor kepolisian terdekat.

“Ada yang nakal dan membahayakan di jalan, foto kendaraanya laporkan ke kami,” ujarnya.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Syafrul menyampaikan kepada para pengemudi angkutan umum untuk dapat mematuhi peraturan lalu lintas, dan harus mempunyai SIM serta dalam berkendara tidak dalam keadaan mabuk. Pihaknya berjanji akan rutin menggelar razia dan mengandangkan kendaraan yang tidak layak jalan.

“Operasi pengecekan akan sering dilakukan untuk mengetahui kelayakan KIR dari angkot Bimbar,” kata Syafrul.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut semua pihak sepakat untuk melakukan razia dan penindakan hukum terhadap angkutan publik, khususnya di Kota Batam.

“Hal ini diharapkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali ke depannya,” tutupnya.

Ia menjelaskan, masih banyak angkutan umum di Batam yang tidak layak jalan. Tercatat sebanyak 200 unit lebih armada angkutan umum yang ada, diperkirakan hanya 60 unit yang layak KIR.

Sebanyak 30 kendaraan angkutan barang dan penumpang terjaring razia di kawasan Tembesi, Sagulung, Rabu (19/2). Selain tak laik jalan, sebagian juga punya KIR, tapi sudah mati.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Rustam Efendi mengatakan, razia serupa rutin dilaksankan. Setiap menggelar razia, pihaknya menggandeng pihak kepilisian yang punga wewenang penindakan bagi pelanggar. “Mobil (pelanggar) kami tahan, sampai yang bersangkutan mengurus KIR,” katanya.

Sementara terkait izin Bimbar, pihaknya tak bisa dilakukan pencabutan. Pasalnya, ada di antara angkutan kota tersebut yang laik. Sesuai aturan, ada kategori pelanggan angkutan umum yaitu ringan, sedang dan berat. Untuk kesalahan ringan seperti tidak uji KIR.

“Selanjutnya untuk kesalahan sedang itu misalnya kendaraan itu semuanya sudah keropos-keropos, nah untuk yang berat salah satunya nabrak dan usianya sudah tidak layak, dia 18 tahun sudah tidak layak lagi kita cabut izinnya,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Satlantas Polresta Barelang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bergerak cepat merespons peristiwa kecelakaan maut di Bukit Daeng akibat ulah ugal-ugalan sopir angkot Bimbar. Kemarin, kedua instansi tersebut menggelar razia di dua lokasi, yakni di Simpang Kepri Mall dan depan Mapolresta Barelang.

Puluhan angkot Bimbar terjaring razia karena tak laik jalan. “Razia khusus untuk angkutan umum yang beroperasi. Karena sudah banyak laporan laka lantas yang sering terjadi oleh Bimbar hingga meregangkan nyawa pengendara,” kata Nadjar.

Dari hasil razia, sambungnya, petugas dari Dishub Batam menemukan beragam pelanggaran dari angkot yang tak laik jalan. “Ada yang lampu belakang mati (warna merah), lampu sign kanan-kirinya, ban belakang yang tidak layak lagi, ada juga yang Kir-nya mati,” katanya.

Petugas Ditlantas Polda Kepri bersama Satlantas Polresta Barelang juga melaksanakan pengecekan kadar alkohol untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas. Pengecekan kadar alkohol ini diberikan kepada pengemudi angkot Bimbar.

“Pengemudi angkot Bimbar yang diperiksa lebih kurang 20 orang. Hasilnya para sopir negatif mengkonsumsi alkohol,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri Kombes Pol Mujiono. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com