SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gabriel Tewas Mengapung di Sungai, Terseret Arus saat Bermain dekat Rumah

  • Reporter:
  • Kamis, 27 Juni 2019 | 10:40
  • Dibaca : 123 kali
Gabriel Tewas Mengapung di Sungai, Terseret Arus saat Bermain dekat Rumah
Warga menunjukkan sungai alur pembuangan air ke laut tempat Gabriel ditemukan tewas di Perumahan Pondok Pelangi Tahap III, Tiban Indah, Sekupang, Selasa (25/6), Selasa (26/6). f dok polsek sekupang

SEKUPANG – Gabriel Fillius Avisha, bocah 2,8 tahun ditemukan tak bernyawa di sungai alur pembuangan air ke laut samping Musala Ar-rahman, Perumahan Pondok Pelangi Tahap III, Tiban Indah, Sekupang, Selasa (25/6) sekira pukul 18.18. Korban diduga terseret arus saat sedang bermain.

Kasus ini menambah panjang cerita kelam yang menimpa sejumlah anak yang terseret arus ketika bermain dan lepas dari pengawasan orang tua. Masih teringat dalam ingatan warga Batam pada pekan lalu, tepatnya Senin (17/6), seorang bocah bernama Dhiwa Rafie (7), terseret arus air yang deras di drainase di depan Rumah Makan Lamun Ombak, Seipanas. Jasad bocah asal Baloi Kolam ini ditemukan di gorong-gorong tak jauh dari Lytech, Batam Center atau dua kilometer dari lokasi dia terseret arus satu hari kemudian.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, peristiwa nahas yang menimpa Gabriel berawal ketika korban ikut besama orang tuanya, Yohanes Heri Parjoko mengantar sang kakak pergi les dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah itu, Gabriel dan orang tuanya pulang ke rumah. Saat sampai di rumah, Yohanes lantas masuk ke dalam kamar. “Pada saat itu korban pergi bersama pembantu membawa adik korban dengan kereta dorong untuk jalan-jalan sore,” kata Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahrozi, Rabu (26/6).

Sekira pukul 17.00, Yohanes keluar kamar dan menanyakan keberadaan anaknya dan dijawab oleh pembantunya bahwa korban tadi terlihat bermain di tanah kosong yang ada di depan rumah.

“Orang tua korban berusaha mencari korban dengan sepeda motor, namun tidak ketemu. Orang tuanya lalu meminta bantuan warga setempat untuk mencari korban,” ujarnya.

Lanjut Oji, karena belum juga ditemukan, kemudian warga mengumumkan melalui pengeras suara masjid. Namun, korban belum juga ditemukan.

Sekitar pukul 18.18, seorang warga yang hendak salat Magrib di Musala Ar-Rahman Perumahan Pondok Pelangi Tahap 3, Tiban Indah, Sekupang ketika ingin mengambil wudhu melihat korban mengambang di sungai dengan posisi tengkurap karena terbawa arus surut.

Melihat hal tersebut kemudian warga memberitahukan kepada jamaah, dan selanjutnya bersama-sama mengangkat korban dari sungai.

“Pada saat korban diangkat dari sungai, kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama,” katanya.

Namun korban sudah tak tertolong lagi dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Korban lalu dibawa orang tuanya ke rumah duka di Perumahan Pondok Pelangi Tahap 2 Blok D Nomor 6, Sekupang. “Korban langsung dikebumikan hari ini (kemarin) pukul 15.00 di TPU Seitemiang,” kata Oji. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com