SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ganti Rugi Belum Selesai, Pemilik Lahan di Sei Gong Akan Demo

Ganti Rugi Belum Selesai, Pemilik Lahan di Sei Gong Akan Demo
Warga Galang Menggelar Sepanduk Sebagai Bentuk Protes Terhadap BP Batam. Foto Arrazy Aditya.

SINDOBATAM – Puluhan pemilik lahan yang lahannya digunakan untuk pembangunan Dam Sei Gong, bakal melakukan aksi unjukrasa saat Presiden Jokowi datang Kamis (23/3/2017).

Aksi itu mereka lakukan, lantaran lahan seluas 700 hektare itu belum ada ganti rugi yang diberikan oleh BP Batam.

Menurut Andar Napitupulu perwakilan pemilik lahan Sei Gong, ia bersama beberapa orang pemilik lahan mendatangi BP Batam mempertanyakan masalah ganti rugi lahan seluas 700 hektare yang sedang digarap untuk pembuatan dam.

“Kita datang menanyakan masalah ganti rugi, tetapi pihak BP Batam tidak memberi kepastian,” ujarnya, Selasa (21/3/2017).

Kedatangannya juga mewakili 78 orang pemilik lahan lainnya. Alasannya, ia bersama puluhan warga lain meminta ganti rugi karena memiliki surat alas hak sejak puluhan tahun lalu.

“Sejak pembangunan dam ini, kita baru satu kali diajak bertemu dan sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Tetapi, lahan kita terus digarap oleh mereka,” katanya.

Lahan itu, sejak dulu digunakan untuk perkebunan dan perikanan. Alat berat masuk ke lahan tersebut pada Maret 2015. Puluhan pemilik lahan akhirnya menghentikan pekerjaan itu.

“Pada saat dihentikan, pengembang dan pihak BP Batam memenuhi permintaan pemilik lahan,” ujarnya.

Setelah menunggu, Andar mengaku bersama pemilil lahan lainnya dipanggil untuk melakukan pertemuan pada Oktober 2016. Saat pertemuan itu mereka menyosialisasikan akan ada ganti rugi untuk warga. “Tetapi setelah pertemuan itu bukannya kejelasan ganti rugi, tetapi BP Batam menurunkan tim terpadu untuk menguasai lahan kami,” katanya.

Karena nyaris terjadi keributan saat tim terpadu datang, Andar mengaku bersama pemilik lahan lainnya dipanggil lagi untuk mediasi pada Sabtu (28/1) lalu di Polsek Galang. Saat pertemuan itu dihadiri pihak BP Batam, instansi terkait dan juga TNI.

Dalam pertemuan itu, BP Batam akan mengganti rugi semua lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Dam Sei Gong pada minggu kedua Maret dan lahan seluas 700 hektare itu sudah dilakukan pengukuran oleh pihak BP Batam.

“Tetapi, hari ini sudah masuk minggu kedua. Mereka mengatakan menunggu Perka BP Batam yang baru, sehingga ganti rugi belum bisa direalisasikan,” ujarnya.

tommy purniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com