SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gaun Sakral untuk Sang Pengantin

  • Reporter:
  • Selasa, 4 April 2017 | 09:26
  • Dibaca : 412 kali
Gaun Sakral untuk Sang Pengantin
Gaun silver Ronald Moreno.

Gaun bak ratu kembali dipamerkan desainer Batam pada pameran busana di Batam, 24 Maret hingga 2 April lalu. Tema yang diangkat kali ini adalah ‘saqral’.

Mengangkat tema ‘saqral’ bukan tanpa alasan bagi desainer Ronald Moreno. Tema ini diangkat lantaran banyak orang yang menginginkan gaun pesta dan gaun yang dapat dikenakan untuk momen-momen sakral seperti pernikahan.

Sebanyak delapan gaun wanita dan lima busana pria ia keluarkan pada pameran. Pada koleksinya ia menggunakan material brokat, lace, payet mutiara, juga swaroski. Bunga 3D yang menjadi ciri khasnya juga tak ditinggalkan. “Itu nggak pernah ketinggalan karena menjadi ciri khas saya,” kata Ronald di butiknya di Nagoya Hill, Batam, Senin (3/4).

Gaun-gaun bergaya medeterania dibagi dalam berbagai model yang menarik. Di antaranya gaun seberat dua kilogram berbentuk jubah. Gaun ini diberi aksen payet hampir di seluruh pakaian.

Pastel, silver, hazelnut, pink pastel, dan beberapa warna menjadi pilihan untuk koleksi busananya ini. “Kali ini saya tidak mau mengeluarkan pakaian dengan warna-warna berani atau terlalu mencolok. Karena ingin kesan mewah pada gaun saya,” katanya.

Karya masterpiece-nya adalah dua potongan berwarna pink pastel dan silver. Kedua gaun bergaya mediterania dan memiliki cutting yang berbeda. Pada gaun warna pink, bagian dada hingga pinggang dipenuhi batu swaroski. Sedangkan bagian depannya pendek, lalu memanjang di bagian belakang.

Kesan seksi akan terlihat pada wanita yang mengenakannya. Karena pada bagian dada dibuat dengan bahan warna senada dengan warna kulit. “Warnanya sama dengan kulit. Tetap sopan namun seksi,” katanya. Meski begitu, gaun ini dapat dipakai para hijaber yang ingin tampil menawan dan mewah.

Satu lagi koleksinya adalah gaun warna silver. Keunikannya, ada pada bagian kiri-kanan bahu. Sentuhan tenun dengan rumbai langsung dibuat menggunakan benang. Kerah berbentuk oval pada gaun agar terkesan tidak terlihat terlalu berat di bagian atas.

Menggunakan banyak bunga tiga dimensi (3D), gaun bak ratu ini memang tampak berat namun sebenarnya ringan dan nyaman dipakai. Tak lupa swaroski dan kepingan-kepingan batu disematkan.

Gaun dengan tema ‘saqral’ ini hanya diproduksi terbatas. Menurut Ronald, sesuai tema yang diangkat, jika diproduksi terlalu banyak, maka momen sakral pada gaun ini akan hilang.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com