SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gaya Melayu Kekinian di Kedai Mak Syim

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Maret 2017 | 09:36
  • Dibaca : 370 kali
Gaya Melayu Kekinian di Kedai Mak Syim
Kedai Mak Syim.

Kafe modern dengan menu ala Barat sangat mudah dijumpai di Batam. Tapi kafe yang memadukan gaya kekinian dengan kultur Melayu lewat hidangannya tak banyak. Kedai Mak Syim, misalnya.

Kedai Mak Syim, meski menamakan diri kedai, tempat ini lebih mirip kafe modern. Posisinya di tengah pemukiman, namun berada di pinggir jalan utama perumahan. Ada plang kuning bertuliskan Kedai Mak Syim sebagai penanda untuk memudahkan pengunjung yang mencarinya.

“Kenapa kita buat kafe di tengah pemukiman warga, karena ingin nuansa kebudayaan Melayu lebih terasa,” ujar Ahcsan Sajri, pemilik Kedai Mak Syim di kedainya di Tiban Indah Permai (BTN) Blok H Nomor 1, Batam, Kamis (30/3).

Pengunjung punya dua pilihan bila ingin nongkrong di kedai ini, area indoor dan outdoor. Saat siang, tempat ini cukup ramai pengunjung, terutama anak-anak muda. Wajar saja, karena akses internet gratis (WiFi) di kedai ini lumayan kencang. Selain itu juga harga makanannya ramah di kantong.

Bersantai di tempat ini sangat seru. Sambil kumpul-kumpul, pengunjung bisa berfoto dengan latar dinding dan ruangan yang artistik. Pemilik kedai memadukan unsur wood (kayu), garden (taman), dan mural pada ruang-ruang yang ada. Pengunjung pun terlihat merasa nyaman dengan suasana yang disuguhkan.

“Sebenarnya konsepnya satu (visual art), cuma desainnya beragam,” ujar Ahcsan.

Kedai Mak Syim, kata Ahcsan, ingin menghidupkan mural sebuah rumah pelantar dengan warna hitam kecokelatan. Kursi-kursinya selaras dengan konsep yang diusung. Kursi kayu panel warna cokelat terang menjadi pilihan pemilik kedai.

Posisi meja kasir tepat berada di depan agar pengunjung tak susah mencari bila ingin membayar bill. Penggunaan kaca bening juga menjadi pilihan yang pas. “Dengan kaca polos seperti ini terlihat lebih luas tanpa sekat,” ujar Ahcsan.

Kedai Mak Syim lahir dari ide dua orang putra Melayu, Ahcsan Sajri dan Rakhmundia Aryo. Keduanya membaca peluang lalu menciptakan inovasi kuliner Melayu dengan gaya kekinian. “Orang nongkrong sambil menikmati masakan Melayu juga asyik. Kita berada di Tanah Melayu, jadi harus melestarikan kepunyaan kita,” katanya.

Suasana Melayu yang kental terasa pada alunan musik yang menemani pengunjung. Begitu juga dengan menu-menu yang dihidangkan. Masakan seperti mi kocok, ikan lebam asam pedas, atau sotong masak itam agaknya cukup familiar di telinga.

Ada Mi Kocok Batam dan Nasi Lemak
Kedai Mak Syim punya tagline menarik, “Melayu Punye Rase”. Hampir semua masakan yang disajikan khas Melayu dan umumnya digemari pengunjung. Seperti sotong masak itam, asam pedas, mi pulau Terong, mi kocok Batam, nasi lemak, nasi ayam kari, dan banyak lagi.

Menurut Achsan, pemilik Kedai Mak Syim, menu di kedainya yang berbeda dari tempat lain adalah mi kocok Batam. Mi ini bisa dibilang pelesetan dari mi godok Jawa yang cukup dikenal di daerah Jawa Tengah. Ia lalu mengambil ide dari masakan tersebut, lalu berkreasi dengan memberikan sentuhan dan rasa khas masakan Melayu. “Semua rempah-rempah kita buat sendiri,” kata Achsan.

Warnanya merah seperti kuah asam pedas, sensasi rasa pedasnya membuat penikmatnya ketagihan. Seperti halnya mi godok,mi kocok Batam diberi kondimen telur bebek atau ayam untuk menambah citarasa.

Menu lainnya nasi lemak. Terdiri dari nasi kuning komplet yang dapat dinikmati setiap saat, saat sarapan, makan siang, atau makan malam. Nasi kuning juga bisa disantap di sela waktu makan, sebagai camilan berat.

1 Komentar

Theme Portal Berita TUX_URL.com