SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gelontorkan Rp25 M untuk TPA Baru

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Agustus 2018 | 14:23
  • Dibaca : 128 kali
Gelontorkan Rp25 M untuk TPA Baru
TPA Punggur. Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Pemerintah sedang membangun titik pengolahan sampah baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur. Anggaran pembangunan tersebut sebesar Rp25 miliar berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie mengatakan, titik itu rencananya digunakan untuk penataan blok landfill dan pembangunan instalasi pengolahan lindi. Titik TPA Baru tersebut akan dibuat 5 kolam penampungan atau pengolahan limbah, terdiri dari kolam equalisasi, kolam UASB, kolam fakultatif, kolam maturasi, dan kolam hayati/wetland.

“Prosesnya kini sudah 50 persen. Mulai pengerjaan pada pertengahan April lalu dan ditargetkan selesai akhir tahun ini,” ujarnya di Batam Centre, kemarin.

Herman menambahkan, lokasi baru di TPA Telagapunggur ini masih memakai sistem sanitary landfill atau penumpukan dan penimbunan. Pemerintah berasumsi TPA baru ini dapat bertahan sampai 10 tahun ke depan.

Ketika lokasi baru ini sudah beroperasi, TPA lama akan didiamkan terlebih dulu. Sambil menunggu proses Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) selesai. Pada kurun waktu itu diharapkan terjadi penguraian sampah di titik lama. “Jadi kami akan gunakan TPA baru. Kan tahan 10 tahun, sampai nanti KPBU selesai,” katanya.

Jika KPBU terwujud, sampah-sampah di TPA ini bisa diproses menjadi listrik, gas, semen, atau aspal. Rencana kerja sama ini bisa terwujud setelah ada Peraturan Daerah Bea Gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Sebelumnya, Pemko Batam mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bea Gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ke DPRD Kota Batam, Jumat (3/8). Regulasi itu demi mewujudkan dan memelihara lingkungan hidup yang bersih, sehat, indah dan nyaman dengan penanganan sampah sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, manajemen penanganan persampahan kota tidak dapat dilepaskan dari keharusan ketersediaan dan keberlangsungan ketersedian lahan TPA sebagai lokasi akhir penanganan sampah. “Keberlangsungan lahan TPA yang kami maksudkan di sini adalah umur pemanfaatannya yang lebih lama,” katanya.

Perlunya upaya memaksimalkan keberlangsungan dalam arti umur pemanfaatan lahan TPA ini adalah karena mengingat keterbatasan ketersediaan lahan di Kota Batam dan juga karena tidak dapatnya diatasi persoalan sampah dengan tuntas (zero residu) di sumber-sumber sampah atau di TPS/TPST melalui berbagai bentuk kegiatan pengurangan sampah melalui metode 3R (reduce, reuse dan recyle). iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com