SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gubernur Janjikan Tunjangan Guru Hinterland

  • Reporter:
  • Selasa, 26 Maret 2019 | 08:10
  • Dibaca : 141 kali
Gubernur Janjikan Tunjangan Guru Hinterland
Ilustrasi.

PINANG – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyayangkan dengan banyaknya guru-guru SMA/SMK di pulau penyanggah (hinterland) yang mengajukan pindah tugas mengajar ke kota. Mengantisipasi itu, ia mengingatkan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kepri.

“Saya meminta jangan mudah memberi rekomendasi bagi para guru dari daerah yang mengajukan pindah,” kata Nurdin di Gedung DPRD Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/3).

Ia menegaskan, agar guru-guru SMA/SMK yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini untuk mematuhi aturan dan juga harus memegang sumpah janji saat pengangkatan sebagai guru. Sebab dalam aturan, guru-guru di daerah ini harus mengabdi dengan baik dan siap ditempatkan di mana saja.

Bukan itu saja, ia mengatakan, saat penerimaan guru-guru di dalam kolom ada pilihan untuk ditempatkan di daerah yang dipilih, harusnya itu dilaksanakan dengan baik dan harus menerima konsekuensinya untuk tetap bertugas di daerah.

“Jangan hanya sekadar syarat saja, setelah diterima sebagai guru PNS sibuk meminta pindah. Terus bagimana dengan nasib sekolah dan anak-anak didik daerah jika ditinggalkan gurunya,” tegasnya.

Ia mengatakan, sebagai bentuk perhatian kepada guru-guru yang bertugas di daerah terpencil, Pemprov Kepri ke depan akan memberikan perhatian lebih dengan memberikan tunjangan. Hal ini upaya yang akan dilakukan pemerintah terhadap para guru di daerah, sehingga guru tetap semangat dan terus mengabdi untuk mencerdaskan anak-anak di daerah.

“Untuk pengangaran tentunya akan dibahas dengan DPRD Kepri, sebab tidak mungkin kebijakan ini hanya dari pemerintah. Mudah-mudahan akan ada solusinya, sehingga guru tetap betah bertugas di daerah,” harapnya.

Nurdin juga mengaku mendapatkan laporan, bahwa yang mengajukan pindah dari daerah ini bukan hanya guru, namun ada juga di kalangan PNS yang berdinas di pemerintahan di daerah yang mengajukan pindah.

“Untuk hal ini saya meminta kepala daerah untuk tidak memberikan rekomendasi, sebab dengan kepindahan PNS di daerah akan mengganggu kinerja di pemerintahan di daerah tersebut. Harus selektif memberikan rekomendasi,” tegasnya.

Sebelumnya, banyak guru-guru yang bertugas di daerah terpencil di Provinsi Kepri mengajukan pindah mengajar. Bahkan pengajuan pindah mengajar ini diajukan terjadi dihampir semua daerah seperti di Lingga, Anambas dan Natuna.

Pengajuan guru-guru pindah ke daerah lainnya ini dilakukan oleh guru-guru dengan tujuan pindah mengajar seperti ke Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Hal ini mendapatkan perhatian serius dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Teddy Jun Askara yang memang membidangi pendidikan, dirnya merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Guru-guru yang mengajukan pindah mengajar ini tidak melaporkan kepada atasannya. Namun diduga meminta bantuan kepada pejabat yang ada di Pemprov Kepri, sehingga rekomendasi bisa didapatkannya.

“Ada yang salah dalam hal ini. Seharusnya rekomendasi pindah ini dikeluarkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan, selanajutnya diajukan ke Disdik. Dan diteruskan ke BKP-SDM untuk diproses,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com