SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gubernur Kepri Optimistis Realisasi Pembangunan Sesuai Target

  • Reporter:
  • Jumat, 26 Mei 2017 | 11:07
  • Dibaca : 367 kali
Gubernur Kepri Optimistis Realisasi Pembangunan Sesuai Target
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin rapat bersama Sekda dan kepala OPD Kepri di kediaman pribadinya, Karimun, Rabu (24/5) malam. HUMAS PEMPROV KEPRI

KARIMUN – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memastikan proyek strategis Provinsi Kepri sudah berjalan sesuai perencanaan. Ia optimis proyek-proyek tersebut akan selesai sesuai target waktu.

Nurdin menegaskan, selesainya proyek-proyek itu akan memicu pergerakan kegiatan ekonomi dan membuat suatu kawasan menjadi semakin baik. Dengan demikian, perekonomian Kepri akan kembali menguat.

“Akan ada penyesalan kalau tiap tahun tak ada perkembangan dan progres pembangunan. Saya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai perencanaan,” kata Nurdin saat memimpin rapat bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri di rumah pribadinya, Kawasan Bukit Senang, Karimun, Rabu (24/5).

Rapat itu dimulai usai salat Isya hingga pukul 01.15. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya, Sekda Kepri TS Arif Fadillah, Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi, Kepala Bapelitbang Naharuddin, Kadis PU Abu Bakar, dan Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana. Kemudian, Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis Perhubungan Jumhur, Kadis Pendidikan Arifin Nasir, Kadis Perumahan dan Pemukiman Heru Sukmono, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi serta Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan.

Satu persatu infrastruktur yang menjadi proyek strategis Pemprov Kepri dibedah dalam rapat tersebut. Nurdin menegaskan, dirinya tak mau apa yang telah direncanakan tidak selesai. Apalagi, misalnya, hanya tertinggal pancangnya saja.

“Itu akan menjadi keberhasilan kita bersama. Seperti pesan Pak Presiden, kita smeua harus fokus dan cepat,” katanya.

Evaluasi proyek strategis ini dilakukan, karena Gubernur ingin anggaran yang dikucurkan baik dari APBD Kepri maupun APBN tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberi manfaat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Demikian juga waktu penyelesaian pekerjaan, semua harus sesuai perencanaan. Kondisi Kepri yang berpulau-pulau, cuaca yang juga ikut mempengaruhi distribusi bahan bangunan juga harus diperhitungkan. Karena itu, Nurdin menegaskan lelang harus dipercepat untuk anggaran tahun 2018.

“Waktu berjalan terus. Kita harus bergerak cepat,” kata mantan Bupati Karimun dua periode ini.

Selain infrastruktur, Nurdin juga fokus pada pembangunan sumberdaya manusia. Salah satunya, para hafiz dan hafizah bakal diberi beasiswa untuk pendidikan untuk tenaga medis dan para medis. Anak-anak juga harus didorong untuk menjadi entreprenuer dan lebih kreatif. Untuk SMK, misalnya, ada produksi yang selesai seperti mobil Esemka di Solo. Demikian juga di sektor kesehatan, Nurdin ingin masyarakat Kepri menikmati layanan kesehatan yang prima.

Sekda Kepri Arif Fadillah mengingatkan para kepala OPD agar menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai tepat waktu. “Khususnya untuk proyek-proyek strategis, harus sesuai target waktu,” katanya.

Serapan Anggaran Rendah
Di Tanjungpinang, Staf Ahli Gubernur Kepri Andi Anhar Chalid menyarankan Nurdin mengingatkan para kepala OPD agar menigkatkan ritme kerjanya, karena hingga bulan kelima 2017, serapan anggaran dari APBD dan APBN masih sangat rendah. Selain gubernur, ia juga meminta wali kota dan bupati melakukan hal serupa.

“Menurunnya ekonomi di Kepri secara keseluruhan, bukan hanya karena melambatnya pertumbuhan ekonomi gelobal dan faktor inflasi. Tetapi, disebabkan juga serapan APBD di Kepri tidak berjalan dengan semestinya dan ini harus segera dicari permasalahannya,” katanya.

Andi pun meminta masing-masing pimpinan OPD berlaku jujur dan terbuka tentang hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan di lembaganya.

“Sampaikan saja apa adanya, jangan ditutup-tutupi. Dengan demikian, kepala daerah bisa mengambil langkah dan memperbaikinnya. Ini demi kebaikan pemerintahan dan masyarakat Kepri,” ujarnya.

Ia menegaskan, saat ini hampir semua serapan APBD di Kepri rendah. Seharusnya, semua kepala OPD di Kepri berlomba-lomba menyerap anggaran agar geliat perekonomian dan perputaran uang di masyarkat dapat berjalan.

“Kalau proyek dan kegiatan berjalan, maka belanja barang akan lancar dan juga tenaga kerja terserap. Ini juga akan mengurangi beban masyarakat, karena para pekerja akan mendapat gaji,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kepri Rudy Chua menilai, sebagian besar pejabat Pemprov Kepri takut melaksanakan kegiatan untuk menghindari terjerat kasus hukum. Akibatnya, dana pembangunan fisik dari APBD Kepri dan APBN 2017 hingga kini belum terpakai.

“Para pemegang dan pelaksana proyek takut bermasalah dan berurusan dengan penegak hukum. Akhirnya timbul kesan proyek-proyek fisik itu, baik yang baru mau dibangun maupun proyek lanjutan,” katanya.

Rudy mengatakan, kekhawatiran dan rasa takut para pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pejabat Pengguna Anggaran (PA) dan pejabat lainnya itu terlalu berlebihan.

Anggaran yang bersumber dari APBD Kepri dan APBN 2017, lanjut Rudy, sampai sekarang masih utuh. Hal ini akan berdampak negatif pada pergerakan perputaran uang di masyarakat. Anggaran belanja barang yang seharusnya sudah dibelanjakan, masih mengendap.

“Proyek-proyek yang seharusnya sudah berjalan dan menyerap tenaga kerja, sampai sekarang tak jalan. Akibatnya, perputaran uang macet,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com