SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gubernur Kepri Risau Kinerja Kadis

  • Reporter:
  • Jumat, 16 Juni 2017 | 12:53
  • Dibaca : 379 kali
Gubernur Kepri Risau Kinerja Kadis
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat di Anambas.

PINANG – Lambatnya realisasi pekerjaan pembangunan fisik di Kepri oleh organisasi perangkat daerah (OPD) membuat Gubernur Nurdin Basirun risau. Ia sudah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) TS Arif Fadillah untuk mengevaluasi para kepala dinas yang kinerjanya tidak memuaskan.

“Gubernur sudah mulai tidak sabar, karena melihat belum ada kemajuan pembangunan fisik. Padahal, sekarang sudah masuk pertengahan tahun 2017,” kata Arif Fadillah usai rapat dengan sejumlah kepala dinas Pemprov Kepri di Kantor Gubernur di Dompak, Tanjungpinang Kamis (15/6)

Arif mengatakan, saat ini, pekerjaan fisik baik yang bersumber dari APBD Kepri maupun APBN 2017 belum menunjukkan perkembangan. Bahkan, ada rencana pembangunan yang hanya tinggal melanjutkan dan menyelesaikan saja, dan tak perlu membuat Detail Enggering Desaign (DED) dan kajian lainnya, tak juga dijalankan. Di antaranya, proyek lanjutan Jembatan I Dompak.

“Seharusnya lebih mudah mengerjakan kegiatan lanjutan tersebut dari pada membuat yang baru. Pekerjaan lanjutan itu tidak ada masalah administrasi dan hukum. Harusnya proses pelelangan tidak memerlukan waktu lama,” katanya.

Menurut Arif, dalam evaluasi terhadap kepala dinas, Gubernur Nurdin ingin mengetahui apa kendala dan hambatan para pejabat tersebut sehingga belum melaksanakan rencana pembangunan yang sudah disusun. Dalam rapat tersebut para kepala dinas pun diintruksikan membuat surat pernyataan komitmen kinerja.

“Pernyataan ini akan menjadi acuan penilaian kinerja mereka. Kami berharap, memasuki triwulan ketiga nanti semua kegiatan fisik sudah berjalan,” katanya.

Untuk itu, Arif meminta seluruh OPD menggesa, menyelesaikan adminsitrasi proses pelelangan agar pembangunan fisik di Kepri dapat segera terealisasi.

“Bapak (Gubernur Nurdin) sudah risau dengan kondisi ini. Menurut bapak, kinerja kami masih lamban, dan harus mengejar ketertinggalan dengan segera,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri Abu Bakar yang ikut rapat tersebut memilih tidak berkomentar banyak saat dimintai tanggapannya.

“Tanya saja langsung dengan Pak Sekda, biar beliau yang menjelaskan. Semua hasil pekerjaan saya sudah saya laporkan di rapat tadi,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri Naharuddin menjelaskan, keterlambatan pengerjaan proyek fisik tahun ini disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah pengesahan APBD 2017 Kepri yang terlambat, sehingga berdampak pada tertundanya jadwal pelelangan di LPSE.

“Pengesahan APBD Kepri 2017 termasuk yang paling terlambat disahkan di antara seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.

Faktor kedua, karena adanya proyek fisik yang sifatnya digesa pemerintah, namun proyek tersebut belum mengajukan pembuatan Detail Engeenering Design (DED). Proyek-proyek ini dikerjakan satu paket, dimana pembuatan DED dan pengerjaan fisiknya dilakukan dalam tahun ini juga.

“Biasanya, pembutan DED didahulukan. Misalnya, tahun ini membuat DED dan pengerjaan fisiknya dikerjakan tahun berikutnya,” kata dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com