SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gugatan Rudi Lu Ditolak Pengadilan Tinggi

  • Reporter:
  • Kamis, 20 September 2018 | 14:09
  • Dibaca : 100 kali
Gugatan Rudi Lu Ditolak Pengadilan Tinggi
ilustrasi

BATAM KOTA – Upaya hukum banding atas gugatan perdata yang dilayangkan oleh Rudi Lu terhadap PT Pratama Dwiniaga Sejati, Ruki Tan Bakho, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Kantor Pertanahan Kota Batam dan Toean Kee alias Tunisman ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Upaya banding ditolak dikarenakan permohonan banding yang diajukan telah lewat waktu sehingga tidak dapat diterima.

Upaya banding ini dilakukan oleh Rudi Lu atas putusan Pengadilan Negeri Batam pada tanggal 10 Januari 2017 yang menerima eksepsi dari pihak tergugat. Dalam gugatannya, Rudi Lu meminta agar majelis hakim membatalkan sertifikat atas nama perorangan di bawah pengendalian PT Pratama Dwiniaga Sejati selaku pengembang atau developer. Gugatan tersebut dirasa tidak tepat sehingga PT Pratama Dwiniaga Sejati dan Ruki Tam Bakho melalui kuasa hukumnya Ade Trini Hartati mengajukan eksepsi yang menyebutkan bahwa pembatalan sertifikat merupakan wilayah hukum Tata Usaha Negara bukan perdata.

Eksepsi diterima oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam hingga persidangan belum masuk ke tahap pemeriksaan pokok perkara. Putusan inilah yang membuat Rudi Lu tidak terima dan mengajukan banding. “Hanya saja, mereka tidak sungguh-sungguh dalam mengajukan banding, karena permohonan disampaikan sudah melewati waktunya,” kata Ade Trini Hartati yang ditemui di Pengadilan Negeri Batam, kemarin.

Dalam putusan tertanggal 25 Juni 2018, majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang terdiri dari Hakim Fakih Yuwono selaku ketua majelis hakim dan Tony Pribadi serta Made Sutrisna selaku hakim anggota menyatakan bahwa permohonan banding dari pembanding atau penggugat II yakni Rudi Lu tidak dapat diterima. Rudi Lu juga dibebankan untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul sebesar Rp150 ribu.

Risalah pemberitahuan putusan banding ini juga telah dikirimkan kepada PT Pratama Dwiniaga Sejati dan Ruki Tan Bakho melalui kuasa hukumnya. “Kalau pihak pembanding merasa tidak puas, maka sah-sah saja melakukan kasasi. Itu diperbolehkan, silahkan saja. Tapi yang jelas, putusan banding ini telah menguatkan putusan PN Batam,” ujarnya.

Sebelumnya, gugatan Rudi Lu bergulir seiring kasus pengerusakan lahan yang dilakukannya bersama dengan Suwandi alias Aheng. Lahan milik Ruki yang akan dikembangkan sebagai perumahan dirusak oleh Rudi Lu bersama beberapa orang suruhannya menggunakan alat berat. Pengerusakan tersebut menimbulkan kerugian bagi Ruki hingga akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi.

Pada persidangan tingkat Pengadilan Negeri Batam, Rudi Lu dan Aheng dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama masing-masing satu tahun. Keduanya sempat mengajukan upaya hukum hingga ke Mahkamah Agung. Namun, upaya hukum kasasi tersebut ditolak dan keduanya harus menjalani hukuman atas putusan PN Batam. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com