SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gunakan Mobil Angkot untuk Melansir Solar

  • Reporter:
  • Kamis, 12 Desember 2019 | 12:01
  • Dibaca : 220 kali
Gunakan Mobil Angkot untuk Melansir Solar
Tangki penampungan BBM bersubsidi dari sebuah bengkel di Kaveling Bukit Melati, Sagulung, Rabu (11/12). F IST

SAGULUNG – Sebuah bengkel di Kaveling Bukit Melati, Seipelenggut, Sagulung dijadikan tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam aksinya, pelaku menggunakan mobil angkutan kota (angkot) untuk melansir solar dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Satpol PP. Sidak digelar di Kaveling Bukit Melati RT02 RW05, Seipelenggut, Kecamatan Sagulung, Rabu (11/12).

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan, pihaknya menyita sekitar 3 ton lebih solar dan minyak tanah. Selain itu Disperindag juga mengamankan dua mobil angkot Dapur 12 yang sudah dimodifikasi.

“Barang buktinya kami bawa ke kantor dan semua akan kami periksa. Dan satu orang kami amankan,” kata Gustian.

Ia mengatakan, petugas menemukan beberapa tangki yang setiap tangki berisi 900 liter dan 1 drum penuh berisi 200 liter. Petugas juga mengamankan penjaga bengkel atas nama Artur. Sedangkan pemiliknya bernama Erwin berdomisili di Barelang.

“Jadi di depan rumahnya dibuat bengkel. Ada sekitar 12 mobil angkot dapur 12 yang melansir ke gudang itu. Tapi yang kami temukan tadi di sana cuma dua aja,” katanya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Batam, Rendra Taufan menambahkan, bengkel yang digunakan untuk lokasi penimbunan tersebut sementara waktu dilarang beroperasi.

Untuk sementara waktu barang bukti akan diletakkan di Kantor Metrologi, Batam Center. Proses ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan bersama Pertamina dan pemberkasan. Jika unsur pidana terpenuhi, pelaku bisa terancam pidana minimal 4 tahun,” katanya.

Ketua RT 02, RW 05 Kavling Bukit Melati, Hermanto mengaku terkejut melihat banyak orang pagi itu berkumpul di depan rumahnya. Ia tidak menyangka jika di lokasi yang sehari-harinya digunakan untuk bengkel tersebut digunakan untuk penimbunan BBM subsidi.

“Kebetulan saya kan lagi enggak kerja dipanggil sama sekretaris lurah, katanya ada penggrebekan saya juga kurang paham. Saya kaget kalau ada ini, setahu saya penimbunan kan butuh ruang yang besar,” ujarnya.

Bengkel tersebut setiap hari beroperasi untuk perbaikan mobil pribadi dan angkot Dapur 12. Bengkel tersebut sudah beroperasi selama 1 tahun. “Warga selama ini tahunya bengkel, tidak ada aktivitas yang mencurigakan sama sekali. Jadi masalah penimbunan solar kami kurang paham,” katanya.

Setelah melakukan sidak di Sagulung, lanjutnya, petugas beralih ke salah satu lokasi di Kecamatan Sekupang. Tetapi pemilik gudang sudah tidak berada di lokasi. Menurutnya, pemilik gudang sudah mengetahui kedatangan petugas.

“Mungkin sudah bocor. Jadi kami hanya menemukan satu mobil Storm yang sidah dimodifikasi dan beberapa wadah penampungan minyak yang sudah kosong. Semua kita sita,” katanya.

Gustian mengatakan, kegiatan sidak itu dilakukan setelah menerima informasi adanya aktivitas penimbunan solar dan minyak tanah. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meminimalisir kelangkaan BBM di tengah masyarakat.

“Kami akan bergerak sesuai informasi yang diterima. Semoga penyelewengan BBM ini tidak terjadi lagi karena akan berdampak pada kelangkaan nantinya,” katanya.

Kepolisian Daerah (Polda) Kepri akan mencari tahu siapa aktor penimbunan 3 ton solar yang diamankan Disperindag Kota Batam. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur melalui Kasubdit IV Kompol Wiwid mengatakan, pihaknya akan mencari tahu aktor pelaku penimbunan BBM jenis solar tersebut.

“Subdit IV Ditreskimsus akan kontrol melalui koordinasi pengawasan PPNS untuk mengungkapkan siapa aktor pelaku penimbunan BBM jenis solar tersebut,” ujarnya.

Saat ini pihaknya persilahkan Disperindag Kota Batam untuk melakukan tugas dan fungsinya agar bisa bekerja melalui PPNS. “Tapi kami akan cari aktor pelaku penimbunan BBM itu,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa dalam segala usaha baik menyimpan, menjual setidaknya harus ada izin. Namun bila semuanya tidak ada maka hal tersebut masuk tindakan pidana. “Kalau tidak ada izin itu ranah pidana,” kata Wiwid. iwan sahputra/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com