SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Guru Ramai-ramai Pindah ke Kota

  • Reporter:
  • Senin, 25 Maret 2019 | 09:07
  • Dibaca : 128 kali
Guru Ramai-ramai Pindah ke Kota
Ilustrasi.

PINANG – Banyak guru bestatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di pulau penyanggah (hinterland) di Kepri mengajukan pindah. Bahkan pengajuan pindah mengajar ini diajukan di hampir semua daerah seperti di Lingga, Anambas dan Natuna dengan tujuan ke Kota Tanjungpinang dan Batam.

Hal ini menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Provinsi Kepri karena banyak keluahan dan laporan dari sejumlah Kepala SMA/SMK di berbagai daerah mengeluh dengan banyaknya guru mengajukan pindah. “Akhir-akhir ini saya banyak mendapatkan pengaduan itu,” Kata Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara di Tanjungpinang, Minggu (24/3).

Menurutnya, bukan hanya masalah pindah saja, namun ternyata pengajuan pindah guru-guru ini tanpa sepengetahuan atau rekomendasi dari kepala sekolahnya sendiri. Artinya, guru yang mengajukan pindah mengajar ini tidak melaporkan kepada atasannya. Namun diduga meminta bantuan kepada pejabat yang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, sehingga rekomendasi bisa didapatkan.

 

“Ada yang salah dalam hal ini. Seharusnya rekomendasi pindah ini dikeluarkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan, selanajutnya diajukan ke Dinas Pendidikan. Dan diteruskan ke BKP ASM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kepri untuk diterima atau tidaknya pengajuan itu,” ujarnya.

Dengan adanya persetujuan dari BKP SDM Kepri atas pengajuan pindah guru dari daerah ini, Teddy menduga adanya permainan. Ia mendapat data, ada guru di Lingga yang mengajukan pindah tanpa ada rekomendasi dari kepala sekolah, sementara BKP SDM Kepri telah mengeluarkan SK pemindahan. Namun sampai saat ini SK guru yang pindah ini tidak pernah diserahkan ke kepala sekolah dan guru ini tidak pernah masuk lagi.

“Ini permasalahan serius, harus segera ditangani demi kelangsungan proses belajar mengajar di daerah hinterland,” imbuhnya.

Guru-guru yang mengajukan pindah ini tersebar di daerah terpencil seperti di Kabupaten Lingga, Anambas dan Natuna terutama di daerah yang jauh dari ibu kota. “Mereka (guru-guru) mengajukan pindah mengajar ke Kota Tanjungpinang atau di Batam. Bahkan ada guru yang mengajar di Batam dan Bintan, namun ditempatkan di pulau-pulau, ikut mengajukan pindah mengajar,” kata Teddy.

Jika penomena ini dibiarkan dan tidak ada perhatian serius dari Pemprov Kepri, tegasnya, maka dikhawatirkan sekolah-sekolah di hinterland akan kekurangan tenaga pendidik. “Saat ini saja di daerah terpencil masih kekurangan tenaga pendidik atau guru,” kata dia.

Terpisah, Kepala SMA Negeri di Kabupaten Lingga yang meminta namanya tidak sebutkan membenarkan, bahwa ada sejumlah guru yang mengajar di sekolahnya yang telah mengakukan pindah.

Namun jelasnya pengajuan pindah guru ini tidak sepengetahuan dirinya dan juga tidak ada rekomendasi dari dirinya. Sebab, guru yang mengajukan pindah ini tidak pernah berbicara dan mengajukannya. “Saya juga bingung, kenapa tanpa ada rekomendasi dari saya selaku kepala sekolah pengajuan itu disetujui Pemprov Kepri,” ujarnya.

Ia menyebutkan pengajuan pindah guru di sekolahanya ini sebenarnya ada lima orang guru. Namun dalam perjalanan tiga guru batal mengajukan pindah. Sementara dua guru lainnya melanjukannya dan yang dirinya tahu ada satu guru sudah mendapatkan SK dari BKP SDM Kepri. Namun yang bersangkutan belum memberitahukan kepada dirinya.

“Saat ini di sekolahanya guru PNS ada 10 orang, dan dibantu guru honorer lima orang. Untuk saat ini saja satu guru bisa memegang dua, bahkan tiga mata pelajaran. Bagaimana jika guru ada yang pindah, semakin berat beban guru di daerah,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri M Dali belum bisa dimintai tanggapnnya terkiat ini setelah dihubungi KORAN SINDO BATAM. Pesan singkat yang dikirim juga belum direspons M Dali.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com