SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Guru SMAN Tuntut Gaji 13

  • Reporter:
  • Selasa, 12 Maret 2019 | 08:36
  • Dibaca : 196 kali
Guru SMAN Tuntut Gaji 13
Ilustrasi.

PINANG – Ratusan guru PNS yang mengajar di SMA/SMK Negeri di Kepri menuntut dana sertifikasi, gaji 13 dan 14 tahun 2018 yang belum mereka terima. Pemprov Kepri beralasan tak membayar tunjangan dan gaji itu karena tak dianggarkan di APBD 2018.

Aksi para guru itu digelar di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (11/3). Berkumpul di lapangan upacara di tengah-tengah perkantoran Pemprov Kepri, sesekali mereka berteriak menyampaikan aspirasinya secara bergantian tanpa pengeras suara.

Aksi para guru itu akhirnya direspons Wakil Gubernur Kepri Isdianto dengan mengajak mereka yang datang dari berbagai kabupaten/kota berdialog. Isdianto menjanjikan pertemuan kedua dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Selasa (12/3) hari ini.

Diah, guru SMAN 4 Batam yang mewakili rekan-rekannya mengatakan sengaja datang ke kantor Gubernur untuk menuntut hak-hak guru yang belum ditunaikan oleh Pemerintah Kepri. “Kami menuntut hak kami yakni dana sertifikasi, tunjangan gaji 13 dan 14 tahun 2018. Selain itu juga tunjangan kerja daerah (TKD) yang sampai saat ini belum dibayarkan,” katanya, Senin (11/3).

Menurut dia, selama ini para guru cukup bersabar dan tidak menuntut yang berlebihan di luar hak mereka. Namun, karena pemerintah tak kunjung membayar gaji 13 dan 14 serta tunjangan sertifikasi, maka mereka melakukan aksi ke kantor Gubernur.

Diah menyebut aksi dia dan guru-guru lainnya bukan berunjukrasa. Namun, ingin berdialog dan bertemu langsung dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Mereka ingin mempertanyakan kepastian gaji dan tunjangan para guru tersebut.

“Kami melakukan ini, memang ada yang ditinggalkan yakni meninggalkan kewajiban sebagai guru untuk mengajar murid. Namun, kami juga menuntut hak kami yang terabaikan,” tuturnya.

Romulus, guru SMAN Tanjungpinang, menyebut tuntutan para guru ini tidak berlebihan. Mereka hanya menuntut hak guru sesuai aturan yang berlaku.

“Para guru sebelumnya sudah mengadukan permasalahan ini ke Disdik Kepri. Namun tak kunjung ada kepastian, sehingga para guru ini seolah digantung. Sementara kami para guru sangat membutuhkan (gaji dan tunjangan) dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Ia menyebut, para PNS umum sudah menerima gaji 13 dan 14 tahun 2018 lalu. Namun, gaji dan tunjangan guru tidak diberikan.

“Kami ini ASN, kenapa oleh Pemprov Kepri tidak dianggarkan. Apakah kami ini di luar ASN, sehingga tidak diperhitungkan padahal kebijakan itu atas intruksi pusat dan wajib diterima semua ASN termasuk guru,” katanya.

Menanggapi tuntutan guru itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri M Dali yang ikut Wakil Gubernur menemui para guru mengatakan, bahwa dia merasa malu dengan aksi para guru tersebut. Ia mengatakan, seharusnya tugas guru adalah memberikan pengajaran kepada siswa-siswany dengan baik.

“Seharusnya ini tidak perlu terjadi, mana kewajiban guru sebagi pendidik. Dengan aksi ini bagimana anak-anak mau belajar bila gurunya ada di sini melakukan aksi ini,” ujarnya.

Sementara Wakil Gubernur Kepri H Isdianto mengatakan, akan memfasilitasi pertemuan para guru dengan Nurdin, Selasa (12/3) hari ini. “Hari ini hanya saya dan Kepala Dinas Pendidikan saja yang menemui bapak dan ibu sekalian. Memang ini bukan merupakan solusi. Namun, tadi di depan Kepala Dinas Pendidikan saya berkomunikasi dengan pak Gubernur, dan alhamdulillah beliau bersedia menemui bapak dan ibu sekalian besok dengan formasi lengkap,” kata Isdianto.

Hanya saja, Isdianto meminta tidak semua guru yang hadir kemarin hadir lagi. Yang ikut pertemuan hari ini hanya perwakilan guru. “Silakan tunjuk 20 atau 30 orang saja untuk pertemuan besok sehingga yang lain bisa tetap mengajar. Insya Allah besok ada solusinya karena ada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Kadisdik dan Dewan Kepri. Sekali lagi saya tegaskan, saya berani menjamin jika besok akan ada solusi masalah ini,” kata Isdianto lagi.

Isdianto menyebut akan membayar apa yang menjadi hak para guru itu. “Mereka menuntut tunjangan dan sebagainya. Kita terima keluhan mereka. Kita akan bayar apapun yang jadi hak mereka, namun tetap kita lihat peraturan yang ada yang bisa menjadi dasar atas kebijakan yang kita ambil nanti. Insya Allah besok ada solusinya,” tuturnya. sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com