SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Halalbihalal Punggowo Pecahkan Rekor Dunia

  • Reporter:
  • Senin, 16 Juli 2018 | 09:46
  • Dibaca : 245 kali
Halalbihalal Punggowo Pecahkan Rekor Dunia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo saat Halalbihalal Punggowo ke-10 di Dataran Engku Putri, Minggu (15/7). /teguh prihatna

BATAM KOTA – Ratusan ribu warga bersukacita selama pagelaran Halalbihalal Punggowo di Dataran Engku Putri, kemarin. Menyuguhkan berbagai pentas seni dan kuliner tidak hanya dari Jawa, Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo menyampaikan pesan soal hidup harus bermanfaat bagi orang lain.

“Jangan individualistis dan memikirkan diri sendiri. Manusia belum punya nilai kalau belum bermanfaat bagi orang lain,” ujar Soerya di hadapan ratusan ribu warga.

Pesan itu adalah arti dari tema Halalbihalal Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) ke-10 yakni Urip Iku Urup. Kata itu diambil dari filosofi Walisongo Sunan Kalijaga. Kalimat itu juga sejalan dengan hadis HR Thabrani. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” sambung Soerya dari atas panggung.

Penyelenggara memperkirakan warga yang hadir di halalbihalal sampai 162.000 orang sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Jumlah itu memecahkan halalbihalal Punggowo 2017 yang mencapai 152.000 warga.

Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo sangat mengapresiasi kekompakan warga Among Mitro untuk bisa hadir dan bersilaturahim. “Ini tentu menunjukan kalau kita ini bersaudara di tanah perantauan, ” jelas Soerya Respationo.

Ki Lurah Soerya Respationo didampingi Gubernur Kepri Nurdin Basirun menerima langsung piagam penghargaan dari MURI sebagai Halalbihalal dengan peserta terbanyak di Indonesia dan dunia. Soerya mengenakan beskap berwarna merah dan Nurdin mengenakan batik warna biru. Nurdin juga memberi sambutan saat pembukaan.

Keduanya berdiri di atas panggung, menyapa warga dan sempat berkeliling bersama tamu undangan lain mengunjungi gerai budaya dan kuliner.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak segenap masyarakat Jawa yang tergabung dalam Punggowo untuk bersama-sama membangun rumah besar Kepri. Kepri butuh dukungan berbagai elemen masyarakat, salah satunya Punggowo baik yang ada di Batam ataupun Kepri.

“Dengan bermacam latar belakang pekerjaan, paguyuban Punggowo telah banyak yang ikut andil menggerakan perekonomian masyarakat Kepri,” kata Nurdin Basirun.

Menurut Nurdin, Punggowo berkumpul dalam balutan persaudaraan dan silaturahim. Tentu ini makin menambah indahnya kekeluargaan sesama Punggowo. Terlebih melalui kegiatan halal bi halal yang begitu ramai.

Dia mengatakan juga mendengar kalau acara halalbihalal yang dilaksanakan Punggowo kali ini memecahkan rekor MURI. Karena bisa menghadirkan jumlah massa yang begitu besar hingga mencapai 162 ribu orang.

“Tentu ini jumlah yang tidak sedikit. Karenanya pantas bila berhasil memecahkan rekor dari MURI,” jelas Nurdin.

Nurdin juga minta agar masyarakat Jawa yang tergabung dalam Punggowo untuk saling bahu membahu memajukan Batam dan Kepri.

Sebelum dimulainya acara, terlebih dahulu rombongann tamu kehormatan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Walikota Batam Mumammad Rudi, Ketua BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo, Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo dan rombongan berkeliling melihat beragam atraksi dan kesenian daerah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Persaudaraan Jawa Batak, Paguyuban Kediri Bersatu dan Paguyuban Republik Ngapak oleh Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo.

Sedangkan Tokoh Pinisepuh Masyarakat Jawa Kepri Mustofa Wijaya mengatakan dari waktu ke waktu kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan Punggowo meriah dan makin meriah. Baik dari segi acara dan juga peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Selain Soerya dan Nurdin, tampak hadir Seketaris Jenderal Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Wali Kota Batam Muhamad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto serta tamu lainnya.

Pentas Seni

Selama halalbihalal, warga yang hadir disuguhkan pentas kesenian. Mulai dari tari-tarian, reog dan beberapa atraksi seni lain. Seniman Didi Kempot juga hadir di atas panggung untuk menghibur warga.

Di sekitaran panggung utama, tersedia 400 gerai kuliner yang mengisi festival kuliner, salah satu agenda Halalbihalal Punggowo. Warga juga berkesempatan mendapat hadiah utama berupa satu unit mobil, 30 unit sepeda motor dan hadiah-hadiah lain.

Seperti yang sudah-sudah, halalbihalal Punggowo selalu ramai. Mulai dari pagi sampai sore, Dataran Engku Putri sudah ibarat lautan manusia. Ada yang rutin selalu datang dan ada pula yang baru pertama kali menghadiri halalbihalal.

Yadi misalnya. Warga Batam Kota ini tidak pernah sekalipun melewati halalbihalal Punggowo. Bagi Yadi, halalbihalal Punggowo menjadi cara mengendang dan melestarikan budaya Jawa di Batam. Yadi ingin mengenalkan budaya Jawa kepada anaknya. “Saya selalu ajak istri dan anak,” kata Yadi.

Bagi Yadi juga, halalbihalal Punggowo terasa seperti pulang ke kampung halamannya. Dia bertemu warga Batam yang berasal dari Jawa dan menikmati kuliner Jawa serta pentas seni. “Bernostalgia. Bisa juga mengobati rasa kangen kampung halaman,” sambung Yadi. reni hikmalia/chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com